- Pilih sunscreen mineral untuk kurangi risiko iritasi mata.
- Tekstur ringan dan matte bantu nyaman digunakan sehari-hari.
- Aplikasi tepat penting agar produk tidak masuk mata.
White cast juga menjadi perhatian penting. Formulasi modern biasanya dibuat agar tidak meninggalkan residu pada berbagai warna kulit.
Pilihan transparan atau berbasis gel dapat membantu menghindari tampilan seperti kapur.
3. Pertimbangkan ketahanan terhadap air dan keringat
Meski tidak berenang, paparan keringat dapat memengaruhi efektivitas SPF. Karena itu, label water-resistant patut dipertimbangkan.
Optometris Dr. Kenneth Daniels menyarankan formula tahan keringat untuk mencegah sunscreen masuk ke mata. Produk bebas pewangi juga dinilai lebih aman bagi yang sensitif.
Mengurangi potensi iritasi membuat penggunaan terasa lebih nyaman dalam jangka panjang.
4. Gunakan teknik aplikasi yang tepat
Cara pemakaian dapat menentukan hasil akhirnya. Hindari mengoleskan terlalu dekat dengan garis bulu mata atau kelopak.
Mulailah dari pipi, hidung, dan dahi, lalu ratakan perlahan ke arah luar. Berhenti sebelum memasuki kontur mata.
Sun stick dapat membantu aplikasi lebih presisi. Bentuk balsem atau bubuk juga tidak mudah menetes.
Kacamata hitam bisa menjadi perlindungan tambahan, terutama saat cuaca panas dan lembap.
5. Pastikan perlindungan menyeluruh
SPF minimal 30 direkomendasikan untuk penggunaan harian. Angka lebih tinggi memberi daya proteksi lebih lama.
Label broad-spectrum penting karena menunjukkan perlindungan terhadap UVA dan UVB. Selain itu, produk non-komedogenik membantu menjaga pori tetap bersih.
Dr. Daniels mengingatkan bahwa "bahan apa pun berpotensi menyebabkan perih pada seseorang, jadi ada sedikit uji coba yang terlibat".