Kenapa Sungai Batang Kuranji Padang Mengering Usai Banjir Bandang? Ini Penjelasan Pakar

Fenomena Sungai Batang Kuranji mengering pasca banjir bandang dan longsor yang melanda Kota Padang.

Riki Chandra
Rabu, 04 Februari 2026 | 14:56 WIB
Kenapa Sungai Batang Kuranji Padang Mengering Usai Banjir Bandang? Ini Penjelasan Pakar
Sungai Batang Kuranji Padang mengering. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Hujan ekstrem picu perubahan hidrologi dan pendangkalan Sungai Batang Kuranji.

  • Alih fungsi lahan melemahkan cadangan air tanah kawasan hulu.

  • Curah hujan rendah belum mampu memulihkan aliran dasar sungai.

SuaraSumbar.id - Fenomena Sungai Batang Kuranji mengering pasca banjir bandang dan longsor yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akhir November 2025 mendapat penjelasan ilmiah dari pakar hidrologi Universitas Andalas (Unand).

Kondisi itu disebut merupakan respons alami daerah aliran sungai (DAS) terhadap hujan ekstrem yang melampaui daya simpan tanah.

Pakar sekaligus dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Unand, Prof Dian Fiantis, menjelaskan Sungai Batang Kuranji mengering bukan terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab.

Curah hujan ekstrem yang terjadi selama sepekan di kawasan hulu telah memicu perubahan besar pada sistem hidrologi sungai.

“Kondisi tersebut merupakan respons alami daerah aliran sungai (DAS) terhadap hujan ekstrem yang diikuti melemahnya simpanan air tanah,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data Global Precipitation Measurement Integrated Multi-Satellite Retrievals for GPM (GPM IMERG), curah hujan di hulu Batang Kuranji pada 19–25 November 2025 tercatat melampaui 500 milimeter.

Setelah itu, hujan kembali turun sekitar 190 milimeter hanya dalam dua hari. Intensitas ini disebut menjadi pemicu awal Sungai Batang Kuranji mengering di kemudian hari.

“Dalam hidrologi, hujan sebesar ini membuat tanah di hulu jenuh total. Pori-pori tanah yang biasanya menyimpan air tidak lagi mampu bekerja optimal sehingga air berubah menjadi limpasan permukaan dan memicu banjir bandang,” katanya.

Akibat hujan ekstrem tersebut, sedimen halus hingga kasar dari kawasan hulu terbawa ke alur sungai. Material ini kemudian mengendap di bagian tengah hingga hilir sungai dan menyebabkan pendangkalan dasar sungai mencapai satu hingga dua meter.

Namun ironisnya, setelah hujan berhenti, Sungai Batang Kuranji mengering karena kehilangan pasokan air dari bawah permukaan tanah.

Prof Dian menjelaskan masalah utama terletak pada melemahnya fungsi tanah dan batuan di hulu sebagai “spons alam”.

Perubahan tutupan lahan dari hutan menjadi kebun, ladang, jalan, serta permukiman membuat air hujan lebih cepat mengalir di permukaan tanpa sempat tersimpan sebagai cadangan air tanah.

“Kondisi ini berdampak pada melemahnya baseflow atau aliran dasar sungai. Padahal baseflow berperan penting menjaga sungai tetap mengalir saat hujan berhenti,” ujarnya.

Selain itu, di beberapa segmen Batang Kuranji, dasar sungai yang tersusun dari material vulkanik berpori tinggi justru mempercepat peresapan air ke dalam tanah saat muka air tanah turun. Fenomena ini dikenal sebagai losing stream, yakni kondisi sungai kehilangan air ke akuifer.

Data curah hujan pada 12–26 Januari 2026 menunjukkan hujan harian di hulu Batang Kuranji relatif rendah, dengan rata-rata 7,3 milimeter per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini