Anak Harimau Sumatera Mati di TMSBK Bukittinggi, Diduga Kelainan Genetik

Kematian seekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatera) di TMSBK Bukittinggi menambah daftar kekhawatiran konservasi spesies langka tersebut.

Riki Chandra
Rabu, 02 Juli 2025 | 20:43 WIB
Anak Harimau Sumatera Mati di TMSBK Bukittinggi, Diduga Kelainan Genetik
Anak Harimau Sumatera jenis betina, Banun Kinantan. Kelahiran harimau ini menambah koleksi satwa langka di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. [Dok. Antara/Al Fatah]

SuaraSumbar.id - Kematian seekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatera) di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi menambah daftar kekhawatiran konservasi spesies langka tersebut.

Anak harimau berjenis kelamin jantan ini dinyatakan mati pada 1 Juni 2025 akibat malanutrisi dan dehidrasi, setelah induknya berhenti menyusui.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), Hartono, mengonfirmasi bahwa kematian anak harimau yang baru lahir itu merupakan kejadian tragis yang disebabkan kurangnya asupan nutrisi dan cairan tubuh.

"Pada 1 Juli pukul 09.00 pagi, berdasarkan hasil pemeriksaan, anak harimau sumatera ini dinyatakan mati oleh tim medis," ujar Hartono di Padang, Rabu (2/7/2025).

Menurut Hartono, hasil nekropsi memperkuat dugaan tersebut. Pemantauan CCTV menunjukkan bahwa induk harimau tidak menyusui anaknya selama beberapa hari sebelum kematian terjadi.

"Anak harimau yang mati di TMSBK Bukittinggi karena mengalami malanutrisi dan dehidrasi," tegasnya.

Anak harimau itu lahir pada 24 Juni 2025 pukul 03.00 dini hari dan sejak kelahiran telah ditempatkan satu kandang dengan induknya.

Pengawasan ketat dilakukan melalui kamera pengintai karena induk harimau tidak bisa didekati oleh petugas.

Namun, situasi berubah pada 29 Juni ketika petugas melihat adanya indikasi stres pada induk harimau.

Anaknya kerap dipindahkan dengan cara digigit—tanda-tanda yang menunjukkan ketidaknyamanan dan potensi ancaman bagi keselamatan si anak harimau.

Karena induk harimau menolak menyusui selama dua hari berturut-turut, tim medis akhirnya memutuskan mengevakuasi anak harimau tersebut.

"Tim medis berkoordinasi dengan kami BKSDA Sumatera Barat menyatakan bahwa anak harimau harus dievakuasi dari induknya," tambah Hartono.

Pasca evakuasi, petugas mencoba memberikan susu kambing sebagai pengganti, namun nyawa anak harimau tidak tertolong.

Dugaan Kelainan Genetik

Fakta lain yang terungkap dari penyelidikan adalah bahwa anak harimau yang mati tersebut merupakan generasi keenam dari pasangan induk harimau bernama Bujang Mandeh dan Yani.

Tim medis bersama BKSDA Sumbar mencurigai adanya kelainan genetik pada keturunan pasangan ini.

"Dari indukan yang sama, generasi satu hingga kelima itu kebanyakan anak harimau diduga mengalami kelainan genetik," ungkap Hartono.

Dugaan kelainan genetik ini memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan program breeding harimau sumatera di TMSBK Bukittinggi.

Jika terbukti, maka keberhasilan reproduksi dari pasangan induk tersebut justru berisiko memperlemah populasi harimau sumatera yang seharusnya dikonservasi dengan optimal.

Hartono menyebut, hingga kini TMSBK Bukittinggi telah memiliki 11 individu harimau sumatera. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pusat konservasi penting di Pulau Sumatera.

"Melihat perkembangannya, harimau ini luar biasa," ucap Hartono.

Pada 21 Juni 2025 lalu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, bahkan turut memberi nama kepada dua anak harimau hasil breeding dari pasangan Bujang Mandeh dan Yani. Namun hanya selang lima bulan, induk tersebut kembali beranak dan kini terjadi tragedi.

"Artinya ini adalah sesuatu yang luar biasa terkait dengan breeding untuk spesies harimau," kata Hartono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini