Jalan ini merupakan jalur utama pengangkutan barang dan jasa antara Sumatera Barat dan Riau, sehingga kerusakannya menyebabkan peningkatan biaya transportasi dan waktu pengiriman.
“Kondisi ini merugikan pengusaha, petani, dan konsumen. Biaya distribusi yang tinggi membuat harga barang melonjak, yang mengurangi daya saing ekonomi Sumatera Barat,” jelas Syafrudin.
Sektor pariwisata juga terdampak, dengan berkurangnya kunjungan wisatawan akibat perjalanan yang terhambat. Banyak destinasi wisata di kawasan dataran tinggi kini sepi pengunjung, sehingga pendapatan pelaku industri pariwisata pun menurun.
Pentingnya Perbaikan Infrastruktur
Baca Juga:Gubrak! Satpol PP Bongkar Lapak PKL Bandel di Jalan Adinegoro Padang
Syafrudin menekankan bahwa perbaikan jalan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pusat. Ia mengusulkan pendekatan jangka panjang dalam perencanaan dan pengawasan infrastruktur untuk memastikan kualitas jalan yang memadai.
“Sumatera Barat memiliki potensi besar, tetapi tanpa infrastruktur yang baik, potensi ini tidak akan berkembang optimal,” tambahnya.
Harapan Pelaku Usaha
Pedagang dan pelaku usaha lokal berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan jalan agar aktivitas ekonomi kembali berjalan normal.
Mereka optimis bahwa dengan aksesibilitas yang pulih, pariwisata dan penjualan oleh-oleh dapat kembali meningkat.
Baca Juga:Perbaikan Jalan Lintas Sumbar-Riau Dikebut Jelang Natal dan Tahun Baru 2025
“Semoga jalan ini cepat diperbaiki. Kami ingin dagangan kami kembali laris seperti sebelumnya,” harap Gina.