Rencana Pemantauan dan Konservasi
Selama berada di TMSBK, Gadih Mudiak Aie akan terus dipantau untuk memastikan kesehatannya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya konservasi Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), yang saat ini tergolong satwa langka dan dilindungi.
BKSDA Sumatera Barat berencana untuk mengambil langkah jangka panjang terkait harimau ini, termasuk kemungkinan pelepasliaran ke habitat alaminya setelah konflik dengan manusia dapat diminimalkan.
Baca Juga:Harimau Sumatera yang Terjebak di Solok Diberi Nama Gadih Mudiak Aia
Namun, keputusan ini akan bergantung pada hasil observasi lebih lanjut dan kondisi ekologis di lokasi pelepasan.
Imbauan kepada Masyarakat
Mecky juga mengimbau masyarakat di kawasan konflik untuk segera melaporkan jika terjadi lagi interaksi antara satwa liar dan manusia.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga ekosistem dan habitat Harimau Sumatera untuk mengurangi potensi konflik,” ujarnya.
Penangkapan dan pemindahan Gadih Mudiak Aie menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian Harimau Sumatera yang kini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat dan konflik dengan manusia.
Baca Juga:Harimau Sumatera yang Tertangkap di Solok Akan Direlokasi ke Pusat Rehabilitasi di Dharmasraya
BKSDA Sumatera Barat terus mengupayakan solusi yang berimbang untuk melindungi satwa liar dan keselamatan masyarakat.