SuaraSumbar.id - Warga Nagari Kamang Tangah Anam, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, digemparkan oleh penemuan seorang santri yang tewas tergantung di pondok pesantren (ponpes) YATI. Korban, yang berinisial GP (17), ditemukan meninggal pada Sabtu sore di lantai dua gedung ponpes tersebut.
Menurut keterangan awal, GP ditemukan oleh temannya, Ronggo, setelah shalat Ashar. Ronggo merasa heran karena GP tidak ikut dalam shalat berjamaah dan mulai mencarinya di seluruh ruangan.
Pencarian tersebut berakhir di lantai dua Gedung YATI, di mana Ronggo menemukan GP dalam kondisi tergantung.
Sontak, Ronggo langsung memberitahukan kejadian ini kepada guru piket, yang kemudian melapor kepada Wali Nagari Kamang Tangah Anam Suku.
Baca Juga:Misteri Kematian Perantau Asal Sumbar di Jakarta: Luka Jahitan dan Lebam di Tubuh Jadi Petunjuk
Pihak ponpes bersama wali nagari segera menghubungi pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, Senin (11/11/2024), penyebab pasti tewasnya GP masih menjadi misteri. Kepolisian Kabupaten Agam telah melakukan penyelidikan dan menyatakan akan terus mendalami kasus ini, termasuk memeriksa tempat kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada.
Polisi juga tengah menunggu kedatangan keluarga korban untuk melakukan tindakan penanganan lebih lanjut, termasuk langkah visum atau otopsi jika diperlukan.
Pihak pesantren menyatakan turut berduka atas kejadian ini dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam mengungkap penyebab kejadian tragis tersebut.
Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi seluruh komunitas ponpes YATI serta masyarakat Nagari Kamang Tangah.
Baca Juga:4 Minggu Siaga Darurat! Mitigasi Bencana Gunung Marapi Digencarkan
Mereka berharap agar peristiwa ini segera terungkap dan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban serta pihak pesantren.
Kontributor : Rizky Islam