- Dokter Yovi Kurniawati menyatakan hipertensi pada anak disebabkan kelainan struktur jantung, gangguan ginjal, hingga gaya hidup tidak sehat.
- Kementerian Kesehatan menemukan 663.000 anak mengalami peningkatan tekanan darah dari hasil pemeriksaan di 48.000 sekolah hingga Mei 2026.
- Penanganan hipertensi anak dilakukan dengan memperbaiki penyebab dasarnya atau mengontrol kondisi melalui pengaturan pola makan dan pengobatan medis.
SuaraSumbar.id - Kasus tekanan darah tinggi atau hipertensi ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Yovi Kurniawati menyampaikan kasus tekanan darah tinggi pada anak ada yang berkaitan dengan kelainan struktur jantung.
Ada pula kasus tekanan darah tinggi pada anak yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner, gangguan ginjal, dan Arteritis Takayasu, peradangan pembuluh darah.
Yovi mengatakan, gaya hidup yang tidak sehat juga dapat meningkatkan peluang anak mengalami tekanan darah tinggi.
"Kalau untuk kita tahu penyebabnya apa, terus bisa dikoreksi, itu (tekanan darah tingginya) bisa diperbaiki," katanya, melansir Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
"Tapi, kalau tidak tahu penyebabnya, ini yang rata-rata kami hanya bisa mengontrol ya, misalnya dengan obat, alat-alat, pola makan, gaya hidup, dan sebagainya," sambungnya.
Tekanan darah normal anak bervariasi sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Rentang tensi normal anak antara 80/50 mmHg dan 120/80 mmHg.
Kementerian Kesehatan mencatat dari 1 Januari hingga 3 Mei 2026 layanan pemeriksaan kesehatan pemerintah telah menjangkau 4,8 juta anak di 48.000 sekolah.
Hasil pemeriksaan kesehatan itu menunjukkan sekitar 1,1 juta anak mengalami masalah gigi berlubang, 663.000 anak mengalami peningkatan tekanan darah, dan 239.000 anak mengalami penumpukan kotoran di telinga.