Gas Beracun Gunung Marapi Masih di Pusat Letusan, Masyarakat Diminta Waspada!

Gas beracun akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar), masih terkonsentrasi di pusat letusan hingga saat ini, yakni di kawah gunung tersebut.

Riki Chandra
Kamis, 07 November 2024 | 17:45 WIB
Gas Beracun Gunung Marapi Masih di Pusat Letusan, Masyarakat Diminta Waspada!
Gunung Marapi mengeluarkan batu panas saat erupsi terlihat dari Batang Silasiah, Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Sabtu (13/1/2024) dini hari. [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/nz]

SuaraSumbar.id - Gas beracun akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar), masih terkonsentrasi di pusat letusan hingga saat ini, yakni di kawah gunung tersebut.

Informasi itu dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Berdasarkan evaluasi terkini, tidak ditemukan adanya gas beracun yang menyebar luas atau bersifat mematikan bagi masyarakat di sekitar.

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh mengatakan, kajian terbaru menunjukkan gas beracun hanya terpusat di kawah gunung.

"Hasil kajian menunjukkan gas beracun tetap terkonsentrasi di pusat letusan atau di kawah Gunung Marapi," kata Teguh, Kamis (7/11/2024).

Dalam hasil evaluasi periode 16-31 Oktober 2024, PVMBG mencatat pelepasan gas Sulfur Dioksida (SO2) di Gunung Marapi masih tergolong rendah, meskipun terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Berdasarkan laporan 28 Oktober 2024, pelepasan SO2 tercatat sebesar 24 ton per hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas gunung didominasi oleh proses degassing atau pelepasan gas dengan kandungan magmatik SO2 yang masih rendah.

Peningkatan status Gunung Marapi dari Waspada menjadi Siaga tidak diiringi dengan perubahan fisik yang signifikan pada gunung tersebut, meskipun terjadi inflasi atau penggembungan sebagai tanda deformasi.

Menurut Teguh, kenaikan status ini dipicu oleh rangkaian letusan yang berlangsung sejak 2023 hingga kini.

Merespons peningkatan aktivitas Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi. Salah satunya larangan bagi masyarakat, pendaki, dan pengunjung untuk mendekati radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di lembah atau bantaran sungai berhulu di puncak gunung diminta waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama memasuki musim hujan. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak