SuaraSumbar.id - Bencana banjir menerjang wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/4/2024) malam. Puluhan orang korban terdampak banjir di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, dievakuasi tim gabungan reaksi cepat Polres setempat.
"Sekitar 69 orang warga, termasuk anak-anak dan bayi kita evakuasi ke gedung Diklat Talu Sinuruik agar lebih aman sampai pembersihan rumah mereka nantinya," kata Kepala Bagian Ops Polres Pasaman Barat Kompol Muzhendra, Kamis (4/4/2024).
Menurutnya, evakuasi dilakukan bersama tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Basarnas, pihak nagari dan kecamatan.
"Di tempat evakuasi itu kita menyiapkan kebutuhan makan, minum, selimut, perlengkapan bayi dan kebutuhan lainnya," katanya.
Adapun daerah yang terdampak banjir ada di empat jorong, yakni Jorong Kemakmuran dengan jumlah rumah rusak 10 unit, hanyut 4 unit dengan korban terdampak 148 kepala keluarga dengan 740 jiwa.
Lalu di Jorong Benteng dengan warga terdampak sebanyak 31 kepala keluarga dengan 155 jiwa. Kemudian, Jorong Harapan dengan warga terdampak 85 kepala keluarga dengan 425 jiwa dan di Jorong Tabek Sirah terdampak 8 kepala keluarga dengan 40 jiwa.
"Total warga terdampak sebanyak 272 kepala keluarga dengan 1.360 jiwa," katanya.
Ia mengatakan dalam evakuasi itu jajaran Polres Pasaman Barat menurunkan sebanyak 45 orang personel. Pihaknya bergabung dengan tim lainnya dalam rangka bentuk kepedulian kepada korban banjir.
"Kita ikut merasakan duka warga korban banjir. Bantuan kita lakukan dan salurkan agar mereka terbantu. Duka mereka duka kita bersama," ujarnya.
Ia mengimbau kepada warga agar tetap tenang dan sabar menghadapi cobaan banjir ini.
"Mudah-mudahan tidak ada banjir susulan lagi. Diharapkan warga tetap waspada," imbaunya.
Banjir yang melanda daerah itu dipicu oleh tingginya curah hujan yang melanda daerah itu sejak Rabu (3/4) sore mengakibatkan air sungai Sungai Batang Taluak Ambun meluap. (Antara)