Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar itu berpesan agar setiap warga mampu terus menjaga dan mewujudkan kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, kerukunan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kemajukan sebuah daerah dan bangsa itu sendiri.
"Kerukunan itu mahal dan syarat mutlak untuk keamanan dan kemajuan. Mari rawat kebersamaan ini dengan saling menghargai," tuturnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Rumah Moderasi Beragama UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Deri Rizal mengatakan, antusiasme dan berbaurnya semua etnis menyaksikan Cap Go Meh menjadi bukti bahwa terjalinnya hubungan baik antara masyarakat di Kota Padang dan Sumbar pada umumnya. Dengan kata lain, sajian budaya dinikmati siapa saja tanpa memandang agama, ras dan suku.
"Agama dan budaya boleh berbeda, tapi kebersamaan harus tetap dijaga. Ini tergambar dalam festival Cap Go Meh," katanya, Rabu (1/3/2023).
Baca Juga:Kasus Curanmor di Padang, Hasil Curian Dijual ke Pertambangan dan Perkebunan
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar itu mengatakan, masyarakat di Minangkabau sudah sangat memahami bahwa perbedaan merupakan sunnatullah yang tidak perlu dipertentangkan. Apalagi terjerumus dalam isu rasis yang kemudian dijadikan komoditas politik untuk menguntungkan salah satu pihak.
Dosen Syariah UIN UIN Mahmud Yunus Batusangkar itu berharap agar kebersamaan antar etnis di Sumbar terus terjaga dari generasi ke generasi. Dengan begitu, toleransi di Ranah Minang akan terus tumbuh tanpa menyisakan konflik sosial. "Perlu terus mengembangkan gerakan literasi toleransi kepada masyarakat. Konflik utu sering terjadi lantaran minimnya pemahaman seseorang terhadap objek yang dibahas," katanya.