Berbagi Ilmu dan Memotivasi
Selain merintis usaha, Silvia juga aktif berbagi ilmu merajut gratis kepada teman-temannya sesama penyandang disabilitas. Dia juga menyalurkan donasi dari berbagai pihak kepada rekan-rekannya yang kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Gagasan Silvia berbagi ilmu menjahit kepada penyandang disabilitas muncul saat badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melanda di tengah pandemi Covid-19. "Banyak kawan-kawan yang jadi karyawan kedai kena PHK. Lahirlah ide saya untuk mengajak mereka belajar merajut. Saat saya tawarkan, ternyata banyak yang berminat," kata Silvia yang juga salah seorang Pengurus Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI Sumbar) dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI Padang) itu.
Para penyandang disabilitas yang berminat diminta datang ke rumah. Orang tua anak-anak berkebutuhan khusus itu pun juga diperbolehkan belajar merajut. "Saya kasih benang dan bahan. Semuanya gratis. Kebetulan saya juga dapat bantuan pemerintah, jadi stoknya lumayan banyak," kata atlet atletik yang berlaga di ajang Peparnas 2021 lalu di Papua.
Baca Juga:Realisasi PAD Agam Capai Rp 126,65 Miliar
Silvia mengaku memberikan semua ilmu merajutnya kepada para disabilitas yang mau belajar. Baginya, tidak ada yang perlu disembunyikan dalam hal merajut. "Kalau pun bahannya sama, motifnya sama, hasil rajutannya pasti akan berbeda. Tidak perlu khawatir dan malas berbagi ilmu," katanya.
Uniknya, kata Silvia, ibu dari anak-anak disabilitas yang kini banyak pandai merajut. Mereka juga telah memasarkan berbagai hasil rajutannya. Sayangnya, saat pembeli sepi, ada yang malas memproduksi lagi. "Kalau saya harus produksi terus karena hasilnya buat hidup," tuturnya semberi tersenyum.
Selama melatih merajut, Silvia terus memotivasi rekan-rekannya untuk bangkit dan tidak putus asa. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk berkarya. Banyak hal yang bisa dilakukan kaum disabilitas dan bisa menyamai orang-orang normal.
Kini, Silvia dikenal sebagai salah satu sosok penyandang disabilitas yang terampil dan juga seorang motivator. Dia telah memberikan pelatihan merajut ke berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) hingga panti asuhan. Dia juga kerap diundang sebagai pembicara kegiatan wirausaha ibu-ibu di berbagai daerah.
Beragam penghargaan telah diraih Silvia atas sumbangsihnya terhadap kaum disabilitas. Tahun 2020, Silvia meraih penghargaan pin emas dari Wali Kota Padang dalam kategori tokoh masyarakat yang berperan aktif dalam bidang sosial.
Baca Juga:Tekan Inflasi, Pemkab Agam Gelar Pasar Murah, 6.400 Paket Disediakan
Peran aktifnya dalam berbagai kegiatan sosial menuai pujian Abraham Ismet, rekan Silvia sesama penyandang disabilitas. "Kak Isil memotivasi banyak orang. Hidup berdua dengan ibu dan jadi tulang punggung keluarga. Kami banyak belajar dari semangatnya," katanya.