Usai menyantap sepotong pisang goreng, Brian membuka diskusi. Dia memaparkan segala impian dan keresahannya. Terutama keresahan terhadap Sumatera Barat (Sumbar), kampung halaman yang dicintainya semati-matinya cinta. Brian merasa terpanggil untuk berbuat setelah berkeliling ke pelosok, dan mendekatkan telinganya ke bibir masyarakat untuk mendengar segala keluh dan kisah jelata.
“Sebelum berkeling ke berbagai daerah di Sumbar, saya merasa sudah bangga dan besar kepala dengan apa yang sudah diperbuat di HIMPI. Baik saat menyalurkan bantuan, mendampingi UMKM dan bersama-sama dengan anak muda merintis usaha. Ternyata, setelah berkeliling rupanya itu belum seberapa. Banyak hal ternyata yang perlu diperbaiki. Pengabdian saya belum tuntas, baru seujung kuku. Saya ingin lebih dalam,” tutur Brian.
Brian menyadari, ruang HIPMI untuknya mengabdi terbatas dan hanya berkutat pada dunia usaha. Padahal masalah di Sumbar tidak melulu soal usaha. Masalahnya komplit, mulai dari pendidikan, kesehatan, serta pemerataan pembangunan yang masih jauh dari harapan. Dia butuh ruang yang lebih besar jika ingin mengabdi dengan bulat dan ikut mengubah keadaan yang dianggapnya belum berpihak pada kaum dhuafa.
“Saya salat istikarah, meminta petunjuk, apalagi yang harus saya lakukan. Berdiskusi dengan banyak orang juga. Ternyata dari sana saya mendapat jawaban, kalau ingin mengabdi harus berani keluar dari kolam kecil dan masuk ke kolam besar. Akhirnya saya putuskan untuk memulai langkah, menerabas jalan pengabdian lewat legislatif. Maju di 2024 sebagai calon anggota DPR RI,” sebut Brian.
Baca Juga:Elektabilitas Demokrat Melejit Usai Anies Baswedan Jadi Capres, Nasdem Malah Melorot
“Bang, sebenarnya ini panggilan. Secara pribadi, hidup saya sudah cukup, tapi seperti Abang bilang di banyak kesempatan, anak-anak muda itu tidak boleh dikekang rasa nyaman. Harus terus bergerak dan bermanfaat untuk orang banyak. Saya ingin memulai itu dari awal, tidak sendiri tapi bersama-sama. Termasuk berada dalam barisan Abang di bawah naungan Nasdem dan arahan Ketum Surya Paloh tentunya,” tutur Brian.
Keinginan, Brian disokong penuh orang tuanya. Brian anak Basrizal Koto (Basko), perantau sukses Minang yang turut serta membangun kampung halaman. Lewat usaha yang dimilikinya, Basko Grandmall dan basko Hotel, Basko membuka ruang pekerjaan bagi ratusan orang. Basko boleh disebut sebagai orang rantau yang mau bertaruh banyak untuk membangun Sumbar. Ketika banyak perantau Minang lainnya sanksi untuk investasi di kampung halaman, dia malah merasa terpanggil. Kini, Basko sudah menikmati masa tua. Dia butuh pelanjut.
Basko ingin Brian melanjutkan pembangunan, tapi tidak hanya lewat jalur bisnis, juga jalur politik. “Dorongan dan doa orang tua mengiringi langkah. Sebelum terlalu jauh, aku ingin Abang memberikan masukan agar aku tak salah jalan dan pengabdian tak berhenti begitu saja,” harap Brian.
Dipaparkan Brian, dirinya siap untuk bergabung di barisan jaringan relawan Anies Baswedan. Kesiapan itu dilandasi dengan pendambaannya pada perubahan. Dengan jiwa kepemimpinan dan kerja nyata tanpa berisiknya, Brian yakin Anies mampu membawa Indonesia ke era kemajuan seperti harapan banyak orang. “Siap lahir bathin,” tegas Brian.
Sumbar saat ini memang dalam masa transisi generasi politik. Berbelas tahun, panggung politik Sumbar dikuasai generasi tua. Anak-anak muda tercecer di belakang. Terbatasnya ruang gerak untuk mencebur ke partai politik, serta kedigdayaan generasi tua, membuat mereka tiarap. Banyak anak-anak muda Minang yang berpotensi mengabdi lewat jalur politik, kalah saing dan akhirnya lari ke perantauan. Dari rantaulah mereka manaruko jalannya. Tak sedikit yang sukses, pun demikian banyak pula yang gagal.
Baca Juga:Upayakan Duetkan Anies Baswedan dan Aher di Pilpres 2024, PKS Ingin Lahirkan Kader Memimpin Negeri
Tapi, beberapa tahun belakangan. Pola berubah. Anak muda Minang mulai berani menggebrak, partai juga membuka diri bagi kawula muda untuk berbuat lebih. Kompetitif terjadi. Anak-anak muda mulai bangkit. Sekarang saja, kepala daerah banyak yang muda, politisi yang ada di legislatif juga. Baik di DPRD Kabupaten/kota, provinsi hingga DPR RI. Kiprah generasi muda Minang tidak bisa dipandang sebelah mata. Willy Aditya dari Nasdem, Andre Rosiade (Gerindra), Ade Rizki Pratama, Athari Gauthi, hingga sederet nama beken lainnya sudah melanglang buana di pentas nasional.