facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Melawan, Boris Johnson Tak Akan Mundur dari Kursi Perdana Menteri Inggris

Riki Chandra Kamis, 07 Juli 2022 | 09:08 WIB

Melawan, Boris Johnson Tak Akan Mundur dari Kursi Perdana Menteri Inggris
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. [Niklas HALLE'N/AFP]

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menentang tekanan untuk mundur dari anggota kabinet dan partainya sendiri.

SuaraSumbar.id - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menentang tekanan untuk mundur dari anggota kabinet dan partainya sendiri.

Boris menegaskan bahwa dia akan melawan segala upaya untuk menurunkannya dari kursi perdana menteri. "Saya tak akan mundur dan hal terakhir yang diperlukan negara ini, terus terang, adalah pemilihan umum," kata Johnson di depan komite parlemen, Rabu (6/7/2022).

Johnson mengatakan, dia memegang mandat Pemilu 2019 dan tak akan melepaskan tugasnya di tengah krisis biaya hidup dan perang di Eropa.

Dia menolak menjawab pertanyaan apakah dirinya akan tetap bertugas jika anggota-anggota parlemen dari partainya sendiri tak lagi percaya pada dirinya.

Baca Juga: Anggota Parlemen Inggris Ngaku Siap Seret dan Tendang Boris Johnson dari Downing Street, Kenapa?

Lebih dari 40 pejabat dalam pemerintahannya telah mengundurkan diri dan banyak anggota parlemen dari Partai Konservatif telah menentangnya secara terbuka.

Beberapa anggota kabinet mendatanginya di Downing Street –sebutan bagi kantor dan kediaman perdana menteri Inggris– untuk memintanya turun dari jabatan, menurut seorang sumber.

Salah seorang di antaranya meminta Johnson menetapkan sendiri tanggal pengunduran dirinya ketimbang menghadapi mosi tidak percaya.

Banyak anggota parlemen mengatakan bahwa sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah tetapi kapan dia harus mundur.

Pada Rabu malam, jaksa wilayah Inggris dan Wales Suella Braverman mendesak Johnson untuk lengser.

Baca Juga: Pemerintahan Inggris Goyah, Dua Menteri Utamanya Mengundurkan Diri

Braverman menjadi menteri kabinet pertama yang mengatakan akan bersaing untuk menggantikan Johnson dalam pemilihan pemimpin Konservatif.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait