facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jadi Presiden G20 Pertama Undang Uni Afrika, Indonesia Dipuji Menlu Senegal

Riki Chandra Kamis, 07 Juli 2022 | 08:09 WIB

Jadi Presiden G20 Pertama Undang Uni Afrika, Indonesia Dipuji Menlu Senegal
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan) bertemu dengan Menlu Senegal Aissata Tall Sall (kiri) menjelang Pertemuan Menlu G20 (FMM) di Nusa Dua, Bali, Rabu (6/7/2022). [Dok.Antara]

Menteri Luar Negeri Senegal, Aissata Tall Sall mengapresiasi Indonesia karena menjadi Presiden G20 pertama yang mengundang partisipasi dari anggota Uni Afrika.

SuaraSumbar.id - Menteri Luar Negeri Senegal, Aissata Tall Sall mengapresiasi Indonesia karena menjadi Presiden G20 pertama yang mengundang partisipasi dari anggota Uni Afrika.

Menlu Aissata menyampaikan pernyataan tersebut dalam kapasitas Senegal sebagai Ketua Uni Afrika, ketika bertemu Menlu RI Retno Marsudi di Nusa Dua, Bali, Rabu (6/7/2022).

Keduanya bertemu menjelang Pertemuan Menlu G20 (G20 Foreign Ministers’ Meeting/FMM) yang diselenggarakan di Bali pada 7-8 Juli 2022.

“Terkait kerja sama bilateral, kedua menlu telah menandatangani MoU Konsultasi Diplomatik yang akan menjadi forum pembahasan peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang,” kata Kementerian Luar Negeri RI melalui siaran pers.

Baca Juga: Menlu Senegal Berikan Apresiasi, Indonesia Presiden G20 Pertama yang Mengundang Uni Afrika

Kedua Menlu itu juga menyepakati secara prinsip rezim bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.

“Pada kesempatan tersebut, Indonesia menyampaikan permintaan agar dikeluarkan dari klasifikasi C System Visa Senegal. Kebijakan tersebut dinilai sangat tidak sesuai dengan kondisi Indonesia,” ujar Kemlu RI.

Menlu Senegal sepakat bahwa kebijakan visa Senegal terhadap Indonesia sudah tidak sesuai dengan situasi Indonesia dan oleh karenanya akan segera melakukan koordinasi dengan Otoritas di Senegal agar kebijakan tersebut dapat ditinjau ulang.

Selain isu bilateral, Retno dan Aissata juga membahas perkembangan terkini di Ukraina, yang sejak Februari lalu menghadapi invasi Rusia hingga berdampak pada krisis pangan dan energi global.

“Kedua Menlu memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya menyatukan suara negara-negara berkembang dalam upaya menghentikan perang yang terjadi,” kata Kemlu RI. (Antara)

Baca Juga: Cetak Sejarah! Indonesia Jadi Presiden G20 Pertama Yang Undang Anggota Uni Afrika

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait