SuaraSumbar.id - Persembahan musik gamaik grup SPD Sampai Hati berhasil mengajak perantau Minang "bagoyang" di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Pementasan musik tradisional itu berlangsung pada Kamis (26/6/2022) malam di pelataran parkir selatan GBK. Suara akordion, biola, serta pukulan talempong, terdengar membahana, melantunkan irama yang kadang riang dan kadang sendu.
Mayoritas penonton yang merupakan perantau Minang, tampak terbawa suasana. Mereka antusias. Ada juga yang tertegun-tegun, melamun terbawa irama dan lirik pilu.
Alunan gamaik seakan membawa mereka pulang kampung. Malam itu rasa rindu para perantau Minang seakan terobati dengan tingkah musik gamaik.
Baca Juga:Merawat Musik Tradisional Minang, SPD Sampai Hati Bakal Bagamaik di Gelora Bung Karno
SPD Sampai Hati sengaja didatangkan dari Ranah Minang untuk "bagamaik" di GBK dalam rangkain iven Minangkabau di Tanah Rantau yang digelar oleh Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta Pusat. Iven itu sendiri berlangsung dari tanggal 23 sampai 29 Mei mendatang.
Dalam penampilannya, SPD Sampai Hati berkolaborasi dengan beberapa penyanyi Minang, seperti Saiful Kelana, Eva Kemala, Said Kumar, Susi, serta Kardi Tanjung. Mereka membawakan lagu-lagu gamaik yang pernah sangat populer. Mulai dari Kaparinyo sampai Perak-perak.
Ketua DPRD Sumbar, Supardi, yang juga hadir pada acara tersebut turut menyumbangkan suara. Ia membawakan satu tembang gamaik berjudul "Mangana Untuang".
Selain menghibur penononton, SPD Sampai Hati juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengampanyekan pelestarian dan pengembangan gamaik. Di sela-sela penampilannya, pemandu acara berulangkali menyampaikan nilai penting gamaik sebagai warisan budaya yang telah diakui UNESCO.
SPD Sampai Hati menyampaikan pesan agar para perantau agar ikut terlibat mengangkat kembali serta mengembangkan gamaik yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Tak hanya pada orang rantau, mereka juga menghimbau orang di kampung serta pemerintah Sumbar untuk bekerja bersama memopulerkan kembali gamaik.
Baca Juga:Westlife Kembali Datang ke Indonesia: Konser Tahun Depan pada 11 Februari
Grup musik yang kini ‘diasuh’ oleh Supardi ini memang tengah gencar mengampanyekan penyelamatan gamaik. Mereka merasa miris melihat salah satu kekayaan budaya itu kini nyaris terbenam.
- 1
- 2