facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lebih 100 Ribu Orang di Meksiko Dinyatakan Hilang, Jumlahnya Terus Meningkat

Riki Chandra Selasa, 17 Mei 2022 | 19:27 WIB

Lebih 100 Ribu Orang di Meksiko Dinyatakan Hilang, Jumlahnya Terus Meningkat
Seorang warga memasang foto kerabat mereka yang hilang saat menuntut pembangunan tugu peringatan orang hilang di Mexico City, Meksiko. [Dok.Antara]

Jumlah orang hilang di Meksiko mencapai lebih dari 100 ribu orang. Data resmi itu diungkapkan pemerintah setempat pada Senin (16/5/2022).

SuaraSumbar.id - Jumlah orang hilang di Meksiko mencapai lebih dari 100 ribu orang. Data resmi itu diungkapkan pemerintah setempat pada Senin (16/5/2022).

Keluarga-keluarga mereka telah meminta pihak berwenang untuk lebih berusaha menemukan para korban kekerasan yang terkait dengan kejahatan terorganisasi.

Daftar orang hilang dari Kementerian Dalam Negeri Meksiko itu dibuat pada 1964 dan terus diperbarui secara berkala.

Selama dua tahun terakhir, jumlah orang hilang di Meksiko telah meningkat dari sekitar 73.000 orang menjadi lebih dari 100.000 orang, sebagian besar laki-laki.

Baca Juga: Jumlah Orang Hilang di Meksiko Lebih dari 100 Ribu

Kelompok hak asasi manusia dan keluarga orang hilang menyatakan kekhawatiran dan mendesak pemerintah Meksiko untuk segera melakukan pencarian dan penyelidikan yang lebih efektif.

"Sungguh luar biasa bahwa jumlah orang hilang masih terus meningkat," kata Virginia Garay, seorang ibu yang puteranya menghilang pada 2018 di Nayarit, negara bagian di pesisir Pasifik.

Garay sekarang bekerja sama dengan beberapa keluarga lain dalam kelompok Prajurit Pencari Orang Terkasih (Warriors Searching for Our Treasures) untuk mencoba melacak orang-orang terkasih mereka yang hilang.

Kelompok itu merupakan salah satu kelompok masyarakat sipil yang melakukan upaya pencarian.

"Pemerintah tidak cukup berupaya untuk menemukan mereka," kata Garay.

Baca Juga: Jumlah Meningkat, Ada 100 Ribu Lebih Orang Hilang di Meksiko

Kasus orang hilang telah melonjak di Meksiko sejak 2007, setelah mantan Presiden Felipe Calderon mengirim tentara ke jalan-jalan untuk memerangi pengedar narkoba.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait