facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pesan Tahun Baru 2022, Pemimpin Taiwan Warning China Soal Konflik Militer

Riki Chandra Sabtu, 01 Januari 2022 | 14:10 WIB

Pesan Tahun Baru 2022, Pemimpin Taiwan Warning China Soal Konflik Militer
Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen berbicara dalam upacara pemberian pangkat untuk pejabat militer AD, AL dan AU di kementerian pertahanan di Taipei, Taiwan, 28 Desember 2021. [Dok.Antara]

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen memberikan pesan Tahun Baru 2022 kepada pemerintah China. Dia mengatakan bahwa konflik militer bukanlah jawaban atau solusi.

SuaraSumbar.id - Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen memberikan pesan Tahun Baru 2022 kepada pemerintah China. Dia mengatakan bahwa konflik militer bukanlah jawaban atau solusi.

"Kita harus mengingatkan pihak berwenang di Beijing untuk tidak salah menilai situasi dan untuk mencegah ekspansi 'petualangan militer' secara internal," kata Tsai dalam pidato Tahun Baru yang disiarkan langsung di Facebook, Sabtu (1/1/2022).

China mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya dan telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik dalam dua tahun terakhir untuk menegaskan klaim kedaulatannya.

Dalam pidato Tahun Baru, Presiden China Xi Jinping sehari sebelumnya mengatakan penyatuan lengkap "tanah air" adalah aspirasi yang dimiliki oleh orang-orang di kedua sisi Selat Taiwan.

Baca Juga: LIVE STREAMING: Suasana Kawasan Monas Sabtu, 1 Januari 2021

Taiwan mengklaim diri sebagai negara merdeka dan telah berulang kali bersumpah untuk mempertahankan kebebasan dan demokrasinya.

“Militer jelas bukan pilihan untuk menyelesaikan perselisihan lintas selat. Konflik militer akan berdampak pada stabilitas ekonomi,” kata Tsai.

"Kedua pihak bersama-sama memikul tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional," ujar dia, menambahkan.

Tsai menjelaskan bahwa Taiwan akan mempertahankan sikapnya "untuk tidak menyerah saat menghadapi tekanan dan tidak terburu-buru maju saat menerima dukungan".

Untuk meredakan ketegangan di kawasan itu, baik Taipei maupun Beijing harus "bekerja keras untuk menjaga mata pencaharian masyarakat dan menenangkan hati rakyat" guna menemukan solusi damai untuk masalah bersama, kata Tsai.

Baca Juga: Kerumunan Malam Tahun Baru 2022 di Berbagai Daerah: Jakarta hingga Yogyakarta Padat!

Tsai juga mengatakan Taiwan akan terus memantau situasi di Hong Kong, menyinggung bahwa campur tangan staf senior dalam pemilihan legislatif baru-baru ini di media prodemokrasi Stand News "membuat orang semakin khawatir tentang hak asasi manusia dan kebebasan berbicara di Hong Kong."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait