Festival Panen Raya Nusantara di Padang, 42 Kelompok Usaha Perhutanan Sumbar Pamer Produk

Sebanyak 42 unit usaha perhutanan sosial memamerkan produknya dalam ajang Festival Panen Raya Nusantara (Parara) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Riki Chandra
Rabu, 22 Desember 2021 | 18:14 WIB
Festival Panen Raya Nusantara di Padang, 42 Kelompok Usaha Perhutanan Sumbar Pamer Produk
Salah satu pelaku usaha hadir dalam acara Festival Panen Raya Nusantara. [Dok.Istimewa]

“Dalam kegiatan ini difasilitasi bertemunya antara produsen dengan market. Selama ini bagi pelaku usaha komunitas, pasar itu seperti diselimuti kabut yang artinya masyarakat sulit memastikan komoditas yang kita produksi akan laku atau tidak,” ucapnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor IV Universitas Andalas Hefrizal Hendra mengatakan, untuk menjawab tantangan tersebut, KKI Warsi menjalin hubungan kerja sama dengan Universitas Andalas melalui penandatangan MOU pada saat pembukaan Festival Parara.

“Kerja sama ini bagian dari pelaksanaan tri dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian masyarakat yang kita miliki diharapkan menjadi misi untuk mencerdaskan masyarakat," imbuhnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Sumbar memiliki komitmen yang tinggi terhadap perhutanan sosial seperti halnya perhutanan Sosial masuk ke dalam rencana strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2021-2026.

Baca Juga:Palsukan Surat Laporan Kehilangan Polisi, Pria di Padang Tipu 30 Orang

Masyarakat di Sumbar menggantungkan hidupnya pada kawasan hutan. Dibuktikan dengan adanya 950 nagari yang berada di dalam kawasan dan sekitar kawasan hutan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengelolaan hutan berbasis masyarakat melalui perhutanan sosial. Terdapat 231 ribu ha kawasan hutan yang dikelola masyarakat dengan berbagai skema perhutanan sosial.

Untuk mengembangkan ekonomi masyarakat pengelola perhutanan sosial, juga dikembangkan usaha-usaha berbasis potensi. Termasuk melakukan fasilitasi pengembangan usaha seperti penyulingan minyak kayu putih, pengembangan usaha madu galo-galo dan lainnya.

Sementara itu, ada 42 kelompok usaha yang menampilkan produk mereka. Sebagian sudah diproduksi dalam skala besar. Salah satunya pupuk kompos milik Kelompok Usaha Kompos LPHN Pakan Rabaa. Kelompok usaha ini telah memproduksi sebanyak 15 ton pupuk kompos.

Kontributor : B Rahmat

Baca Juga:Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Padang, WNA Asal Pakistan Ditahan Polda Sumbar

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini