facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

912 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Kerugian Capai Rp 18 Miliar Lebih

Riki Chandra Rabu, 22 Desember 2021 | 13:15 WIB

912 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau, Kerugian Capai Rp 18 Miliar Lebih
Bangkai ikan mati di Danau Maninjau. [Dok.Antara]

Kerugian petani keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), akibat kematian ikan mencapai Rp 18,24 miliar.

SuaraSumbar.id - Kerugian petani keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), akibat kematian ikan mencapai Rp 18,24 miliar.

"Kerugian itu berasal dari 912 ton ikan jenis nila dan mas dengan harga Rp20 ribu per kilogram di tingkat petani keramba," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira, Rabu (22/12/2021).

Ia mengatakan, ikan yang mati itu dengan ukuran siap panen pada ratusan keramba jaring apung.

Sebagian petani, tambahnya, telah melakukan panen secara dini, sehingga tidak mengalami kerugian.

Baca Juga: Hampir 1.000 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Dalam 20 Hari, Petani Rugi Rp18,24 Miliar

"Ada sebagian petani melakukan panen saat ikan di sekitar keramba jaring apung sudah ada yang mati," katanya.

Menurutnya, 912 ton ikan mati itu tersebar di empat nagari yakni, Nagari Tanjung Sani sebanyak 400 ton, Nagari Koto Kaciak 300 ton, Nagari Koto Malintang 12 ton, Nagari Koto Gadang Anam Koto 200 ton.

Ikan itu mati akibat kekurangan oksigen setelah angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah itu.

Dengan kondisi itu, oksigen di perairan danau vulkanik itu berkurang, sehingga ikan menjadi pusing dan mati.

"Kematian ikan 912 ton ini terjadi semenjak 6 sampai 21 Desember 2021," katanya.

Baca Juga: 350 Ton Ikan Keramba Danau Maninjau Mati Lagi, Total 912 Ton

Ia mengakui, keramba jaring apung di Danau Maninjau masih ada sebanyak 17.000 petak. Saat ini sekitar 70 persen keramba jaring apung diisi bibit ikan oleh petani.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait