Lantas, dia pun memberanikan diri untuk kredit rumah ke BTN. Alhasil, dalam waktu dua bulan, proses akad pun selesai dan Taufik menempati rumah tersebut.
"Prosesnya gampang dan tidak bertele-tele, ini yang membuat orang nyaman kredit di BTN. Cocok BTN dijuluki rumah sejuta umat," katanya sembari tertawa.
Menurut Taufik, rumah yang dibangun melalui kredit BTN juga tidak asal-asalan. Dengan kata lain, memang betul-betul bisa ditempati. Apalagi, pihak bank juga mengecek pekerjaan pengembang yang menyediakan rumah untuk konsumen.
"Kalau nggak kredit dari dulu, entah kapan saya punya rumah. Sekarang hutang rumah hanya tinggal beberapa tahun lagi," katanya pria 41 tahun itu.
Baca Juga:Tahun 2020, BTN Catatkan Laba Bersih 665 Persen Jadi Rp1,6 Triliun
Senada dengan itu, seorang pedagang kelontongan di Solok, Muntari (37) pun merasakan hal yang sama. Menurutnya, proses kredit rumah di BTN super cepat dan mudah.
"Asal jujur penghasilan rendah, nggak tipu-tipu, usahanya jelas, pasti dikabulkan. Ini saya contohnya, alhamdulillah dikabulkan," katanya.
Muntari mengaku penghasilannya memang tidak menentu, namun bisa memastikan bisa membayar angsuran kredit setiap bulan. Dengan kata lain, BTN mengabulkan permintaan konsumel asal bisa memberikan garansi pembayaran dengan usaha yang digeluti.
Kredit rumah Muntari disetujui BTN akhir 2018. Saat ini, dia mencicil angsuran Rp 945 ribu dalam per bulannya. "Anak saya perempuan, jadi mesti cepat-cepat punya rumah. Walaupun kredit," katanya.
Winda Permata Sari (27) juga membeli rumah lewat BTN sebelum menikah tahun lalu. Bahkan saat membelinya, Winda masih berstatus gadis alias belum menikah.
Baca Juga:Setelah Gedung Terbakar, BTN Makassar Pastikan Dokumen Nasabah Aman
Menurut warga asal Kabupaten Solok itu, inti kredit rumah adalah berani, dan dari situlah timbul kepercayaan untuk melunasinya.