Menurutnya, banyak kemudahan dalam pembelian rumah yang diberikan BTN hari ini. Bahkan, masyarakat tak perlu repot-repot berusan administrasi datang ke kantor, cukup memesan dan melengkapi persyaratan dengan sistem online.
"Masalahnya sekarang bukan soal administrasi, tapi peminatnya yang kurang karena ekonomi masyarakat sakit," katanya.
Menurutnya, banyak alasan masyarakat memilih kredit rumah lewat BTN. Terutama persyaratan yang mudah dan suku bunga. Dan memang, BTN satu-satunya bank yang berkomitmen fokus di sektor perumahan subsidi.
"Pasar lesu maupun tidak, BTN tetap komitmen memberikan kemudahan bagi warga yang ingin memiliki rumah," bebernya.
Baca Juga:Tahun 2020, BTN Catatkan Laba Bersih 665 Persen Jadi Rp1,6 Triliun
Tahun ini, Indra berharap minat masyarakat membeli rumah kembali bangkit. Menurutnya, investasi properti khususnya rumah merupakan bisnis yang akan selalu tumbuh dengan nilai jual terus naik.
Deputi Branch Manager (BM) Business Bank BTN Cabang Padang, Emon Subiantoro tak menampik lesunya bisnis Kredit Pembelian Rumah (KPR) saat pandemi Covid-19. Kondisi itu terasa sejak Maret 2020 atau saat virus corona baru mewabah di Indonesia.
"Bukan hanya di Padang, secara nasional turun semua. Itu juga bukan hanya BTN, semuanya turun," katanya.
Nasabah BTN di Sumbar tersebar di 19 kabupaten dan kota. Tahun 2020, mitra pengembang BTN Cabang Padang lebih dari 100. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya peminat rumah di Ranah Minang.
Dalam memudahkan proses KPR bagi pengembang dan konsumen, BTN Cabang Padang juga telah membuka outlet BTN di sejumlah daerah strategis. Seperti di Kota Bukittinggi, Payakumbuh dan Kota Solok. Dengan begitu, daerah-daerah yang dekat tidak perlu lagi mengurus akad kredit ke Kota Padang.
Baca Juga:Setelah Gedung Terbakar, BTN Makassar Pastikan Dokumen Nasabah Aman
Hanya saja persoalannya hari ini adalah peminat rumah yang berkurang. Situasi ini hadir karena wabah virus corona yang telah menjangkit lebih dari sejuta rakyat Indonesia.