- Posko PSI di Belimbing Kota Padang tetap aktif menyalurkan bantuan dasar dan dukungan psikososial pascabencana.
- Posko tersebut menyelenggarakan program unik seperti pangkas rambut gratis yang diminati warga dari berbagai usia.
- Saat ini, Posko PSI menampung sekitar 220 pengungsi dan mengutamakan solusi hunian sementara untuk masa depan.
SuaraSumbar.id - Di tengah masa pemulihan pascabencana di Kota Padang, Posko PSI di Belimbing terus menjadi salah satu pusat bantuan yang paling aktif dan dipercaya warga.
Berbagai layanan, mulai dari kebutuhan dasar hingga dukungan psikososial, masih berjalan sejak hari pertama bencana terjadi.
Penanggung Jawab Posko PSI Belimbing, Feri Mukli menjelaskan, distribusi kebutuhan utama bagi warga tetap berlanjut.
Selain memenuhi kebutuhan air, Posko PSI juga menghadirkan layanan unik yang diminati warga, seperti pangkas rambut gratis. Dia menyebut program ini menjadi favorit berbagai usia.
"Pangkas rambut keliling, tetep berjalan hingga saat ini. Pangkas rambut gratis menjadi program yang banyak peminatnya dari anak-anak hingga orang tua. Yang jelas mereka menjadi lebih rapi dan tentunya terlihat lebih segar kembali," katanya, Kamis (11/12/2025).
Menurut Feri, kepercayaan masyarakat terhadap Posko PSI semakin tinggi. Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan.
“Posko masih menerima donasi dari masyarakat umum dan instansi pemerintah dari kementerian dan perantau. Syukur alhamdulillah posko utama dan dapur umum PSI menjadi tempat yang dipercaya sebagai penyalur donasi,” katanya.
Tidak hanya fokus pada warga yang berada di posko utama, tim PSI juga menyalurkan bantuan ke posko lain, termasuk dua posko baru di kawasan Pasar Lalang—wilayah yang kini masuk kategori rawan longsor.
“Posko juga melakukan bagi-bagi makanan ke posko lain, karena ada dua posko baru yang mana mereka merupakan warga yang tinggal di pinggir bukit Pasar Lalang yang mana merupakan daerah rawan longsor saat ini jika terjadi hujan lebat,” jelasnya.
Baca Juga: Relawan Bencana PDIP Bantu Korban Banjir Bandang di Sumbar, Warga Krisis Air Bersih
Feri memaparkan bahwa aktivitas posko beberapa hari terakhir cukup padat. Kegiatan yang dilakukan posko dalam beberapa hari terakhir mulai dari dapur umum, trauma healing, pangkas rambut gratis, dan pendistribusian bantuan, mulai dari air bersih hingga makanan.
Jumlah warga yang mengungsi di Posko PSI perlahan menurun seiring beberapa di antaranya mulai menumpang di rumah keluarga.
“Untuk saat ini sekitar 220 warga bernaung di Posko PSI, karena ada yang mulai ke rumah keluarga juga. Sebelumnya 313 warga,” terang Feri.
Meski kebutuhan dasar telah terpenuhi, Feri menegaskan, masalah terbesar kini adalah masa depan para penyintas beberapa bulan ke depan.
“Untuk saat ini makan sudah terpenuhi oleh dapur umum, kasur dan peralatan mandi tercukupi. Saat ini yang dibutuhkan solusi untuk mereka beberapa bulan ke depan, seperti hunian sementara (kontrakan),” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Menteri Pariwisata Dorong Perpanjangan Runway Bandara di Mentawai
-
Opini: Menelaah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma Pematangsiantar
-
Cara Mencegah Kapalan di Kaki Agar Tidak Semakin Tebal dan Menyakitkan
-
Pemkot Padang Panjang Hibah Rp 3 Miliar untuk Pemulihan Aceh
-
Tarif Air PDAM Padang Panjang Disesuaikan Setelah 16 Tahun, Apa Dampaknya bagi Pelanggan?