-
Pencarian korban banjir bandang Agam diperpanjang 15 hari ke depan.
-
Tim gabungan kerahkan alat berat untuk percepat proses pencarian.
-
Total kerugian bencana mencapai lebih dari Rp682 miliar.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat (Sumbar), resmi memperpanjang pencarian korban banjir bandang selama 15 hari ke depan.
Langkah ini diambil karena masih terdapat 72 warga yang belum ditemukan setelah bencana besar melanda sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi AR, mengatakan keputusan itu diambil setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Tim SAR.
“Kita telah melakukan koordinasi dengan Tim SAR dan kita bakal memperpanjang untuk 15 hari kedepan dalam mencari korban yang masih hilang,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Perpanjangan ini membuat operasi pencarian di tiga kecamatan terdampak terus dilanjutkan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan masih menyisir lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi titik tertimbunnya korban akibat banjir bandang.
Pencarian juga menggunakan alat berat untuk membersihkan material dan pepohonan yang menumpuk.
“Berkemungkinan korban tertimbun di lumpur yang mengendap di sekitar pemukiman warga yang rusak akibat banjir bandang. Kita berharap korban segera ditemukan,” kata Lutfi.
Data Pemkab Agam menyebutkan, 72 korban yang masih hilang tersebar di Kecamatan Malalak sebanyak tiga orang, Tanjung Raya dua orang, Palembayan 66 orang, serta satu orang di Lubuk Basung yang terseret arus Sungai Batang Antokan.
Sementara itu, 190 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terbanyak di Kecamatan Palembayan dengan 138 orang.
Selain korban jiwa, bencana banjir bandang juga menyebabkan kerusakan besar. Sebanyak 4.117 warga terpaksa mengungsi, 13 orang masih menjalani perawatan, dan 988 warga terisolir.
Kerusakan rumah tercatat 493 unit rusak ringan, 359 rusak sedang, dan 600 rusak berat. Infrastruktur lain yang terdampak antara lain 11 tempat ibadah, 67 jembatan, dan 49 titik jalan.
Kerusakan fasilitas pendidikan mencapai 99 unit, irigasi 125 unit, bendungan 16 unit, serta kerugian sektor peternakan dan pertanian yang tercatat mencapai ribuan ekor ternak mati dan 1.813 hektare lahan rusak.
Total kerugian akibat rangkaian bencana banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung itu mencapai Rp682,35 miliar.
Dengan perpanjangan masa pencarian ini, Pemkab Agam berharap seluruh korban banjir bandang yang masih hilang dapat segera ditemukan. (Antara)
Berita Terkait
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Dudung Tegaskan Ulta Levenia Bukan Bagian KSP: Bencana Alam Kehendak yang Kuasa
-
Data, Sains, dan Keselamatan: Seperti Apa Negara yang Siap?
-
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga
-
Erupsi Anak Krakatau Jadi Pengingat Pentingnya Mitigasi dan Kesiapan Evakuasi Darurat
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan