SuaraSumbar.id - Sesosok mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di Sungai Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/6) kemarin, rupanya seorang pelajar SMP bernama Afif, siswa kelas 1 SMP yang tinggal di Cengkeh, Kota Padang.
Penemuan ini masih menyisakan misteri, apakah korban kecelakaan, pembunuhan, atau tawuran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka lebam di sekujur tubuh, termasuk di perut, pinggang, tulang rusuk, lengan tangan kiri, hingga punggung.
Saat dievakuasi oleh petugas, korban mengenakan kaos hitam lengan pendek bertuliskan ‘Lastout Proven’ dan celana panjang warna krem.
Kapolsek Kuranji, AKP Nasirwan, menyebutkan bahwa mayat pertama kali ditemukan oleh Muhammad Satrio (20), seorang pekerja di salah satu kafe dekat lokasi kejadian.
"Saat hendak membuang sampah ikan di sungai, saksi mata melihat seorang anak laki-laki terapung dalam posisi mengapung dan diduga sudah meninggal dunia," jelas AKP Nasirwan.
Penemuan mayat tersebut dilaporkan pada Minggu (9/6/2024) siang pukul 11.55 WIB. Saksi mata kemudian memberitahukan hal tersebut kepada rekannya hingga melaporkan kejadian itu ke polisi.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penemuan mayat ini. Jenazah korban sedang dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Kapolsek Kuranji menyatakan bahwa proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap apakah kematian Afif disebabkan oleh kecelakaan, pembunuhan, atau tawuran.
Baca Juga: Awas Panic Buying! Stok Pangan di Padang Aman Jelang Idul Adha
"Kami akan menunggu hasil autopsi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang penyebab kematian korban," tambah AKP Nasirwan.
Penemuan mayat ini mengejutkan warga sekitar dan memicu kekhawatiran tentang keamanan di kawasan tersebut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap informasi yang dapat membantu penyelidikan kasus ini.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Awas Panic Buying! Stok Pangan di Padang Aman Jelang Idul Adha
-
Ngamar Tanpa Surat Nikah, 3 Pasangan di Padang Diciduk Satpol PP
-
Kesehatan Terjamin! Tim Keswan Periksa 2.000 Hewan Kurban di Padang
-
Tabrakan Hebat di Panorama 2: Truk Rebah di Pinggir Jalan, Penyelidikan Berlanjut
-
Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir Kota Padang 10 sampai 15 Juni
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Angin Puting Beliung Terjang Agam, Dua Rumah Rusak dan Warung Tertimpa Pohon
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Bandara Minangkabau Padat, 47 Penerbangan Hilir Mudik dalam Sehari, Rute Jakarta Mendominasi
-
Buntut Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk