Suhardiman
Senin, 01 Juni 2026 | 13:55 WIB
Ilustrasi Lansia. (Pixabay.com/Sabinefanerp)
Baca 10 detik
  • BPS Sumatera Barat mencatat kenaikan jumlah penduduk lansia menjadi 12,01 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2020.
  • Kabupaten Tanah Datar memiliki persentase lansia tertinggi di Sumatera Barat, sementara Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatatkan angka terendah.
  • Mayoritas lansia di Sumatera Barat memenuhi kebutuhan hidup melalui dukungan keluarga, diikuti penghasilan pekerjaan serta uang pensiun.

SuaraSumbar.id - Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Sumatera Barat, terus meningkat dari 10,46 persen pada 2020 menjadi 12,01 persen pada 2025. Hal ini berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar).

"Survei penduduk antarsensus atau Supas 2025 mempertegas adanya penuaan penduduk di Provinsi Sumatera Barat," kata Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin, Senin, 1 Juni 2026.

Ia mengatakan bahwa dinamika penuaan penduduk menunjukkan variasi yang cukup besar antarwilayah kabupaten dan kota di Sumbar.

Berdasarkan Supas 2025, Kabupaten Tanah Datar memiliki persentase penduduk lansia tertinggi yaitu 15,93 persen. Posisi kedua ditempati Kabupaten Agam dengan persentase 14,61, dan Kota Sawahlunto 13,09 persen.

Sebaliknya, persentase penduduk lansia terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai 7,99 persen, Kabupaten Pasaman Barat 8,69 persen, dan Kabupaten Dharmasraya 9,32 persen.

Survei BPS sekaligus memberikan gambaran mengenai sumber utama perolehan uang atau barang penduduk lansia. Sebagian besar lansia di Ranah Minang memperoleh uang atau barang dari keluarga dengan proporsi sebesar 49,66 persen.

Sumber penghidupan dari pendapatan atau pekerjaan menjadi sumber utama berikutnya dengan proporsi sebesar 35,39 persen. Selain itu, lansia mengandalkan uang pensiun 10,68 persen, jaminan sosial atau bantuan sosial 2,36 persen dan lainnya satu persen. Sementara itu, kontribusi dari tabungan dan investasi tercatat paling rendah yakni 0,92 persen.

"Berdasarkan hasil survei Supas 2025 menunjukkan Provinsi Sumbar sudah berada pada fase penuaan penduduk (ageing population) dengan persentase penduduk lansia sebesar 12,01 persen," katanya.

Load More