- BPS Sumatera Barat mencatat kenaikan jumlah penduduk lansia menjadi 12,01 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2020.
- Kabupaten Tanah Datar memiliki persentase lansia tertinggi di Sumatera Barat, sementara Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatatkan angka terendah.
- Mayoritas lansia di Sumatera Barat memenuhi kebutuhan hidup melalui dukungan keluarga, diikuti penghasilan pekerjaan serta uang pensiun.
SuaraSumbar.id - Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Sumatera Barat, terus meningkat dari 10,46 persen pada 2020 menjadi 12,01 persen pada 2025. Hal ini berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar).
"Survei penduduk antarsensus atau Supas 2025 mempertegas adanya penuaan penduduk di Provinsi Sumatera Barat," kata Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin, Senin, 1 Juni 2026.
Ia mengatakan bahwa dinamika penuaan penduduk menunjukkan variasi yang cukup besar antarwilayah kabupaten dan kota di Sumbar.
Berdasarkan Supas 2025, Kabupaten Tanah Datar memiliki persentase penduduk lansia tertinggi yaitu 15,93 persen. Posisi kedua ditempati Kabupaten Agam dengan persentase 14,61, dan Kota Sawahlunto 13,09 persen.
Sebaliknya, persentase penduduk lansia terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai 7,99 persen, Kabupaten Pasaman Barat 8,69 persen, dan Kabupaten Dharmasraya 9,32 persen.
Survei BPS sekaligus memberikan gambaran mengenai sumber utama perolehan uang atau barang penduduk lansia. Sebagian besar lansia di Ranah Minang memperoleh uang atau barang dari keluarga dengan proporsi sebesar 49,66 persen.
Sumber penghidupan dari pendapatan atau pekerjaan menjadi sumber utama berikutnya dengan proporsi sebesar 35,39 persen. Selain itu, lansia mengandalkan uang pensiun 10,68 persen, jaminan sosial atau bantuan sosial 2,36 persen dan lainnya satu persen. Sementara itu, kontribusi dari tabungan dan investasi tercatat paling rendah yakni 0,92 persen.
"Berdasarkan hasil survei Supas 2025 menunjukkan Provinsi Sumbar sudah berada pada fase penuaan penduduk (ageing population) dengan persentase penduduk lansia sebesar 12,01 persen," katanya.
Berita Terkait
-
Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua
-
Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi