- Banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 menyebabkan dua belas sekolah di Aceh Tengah menggunakan tenda darurat.
- Lokasi sekolah di Kecamatan Ketol, Bintang, dan Linge terkendala kerusakan bangunan serta pembatas sungai yang membahayakan siswa.
- Pemerintah daerah mengupayakan ruang belajar sementara sembari menyelesaikan persyaratan administrasi tanah untuk pembangunan gedung sekolah yang permanen.
SuaraSumbar.id - Banjir dan tanah longsor menerjang wilayah Aceh Tengah pada Akhir November 2025. Hingga kini masih ada 12 sekolah di daerah itu masih melakukan proses belajar mengajar di tenda darurat.
"Saat ini ada sekitar 12 sekolah yang masih belajar di tenda darurat," kata Plt Kadis Pendidikan Aceh Tengah, Salimsyah, melansir Antara, Senin, 1 Juni 2026.
Adapun 12 sekolah itu tersebar di Kecamatan Ketol, Bintang dan Linge. Kondisinya cukup bervariasi, yakni ada yang tidak bisa dipakai sama sekali untuk proses belajar mengajar dan ada lokasi sekolah awal terpisah oleh sungai dari desa pelajar.
Rata-rata sekolah di Aceh Tengah terdapat pembatas sungai yang melebar pascabencana yang memicu kekhawatiran akan keselamatan anak-anak sehingga terpaksa dibuat sekolah darurat sementara.
"Ada inisiatif pemerintah daerah membangun dua tempat, pertama sekolah asal, kedua ada tempat yang bisa dimanfaatkan di tenda. Ada beberapa titik seperti itu , Ketol, Bintang dan Linge," ujarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang belajar darurat, sehingga tidak lagi di tenda sembari menunggu pembangunan sekolah permanen.
"Kita harapkan dalam waktu dekat bisa dihadirkan ruang belajar darurat, apakah di rumah atau sekolah berdekatan. Yang jelas ini terus kita usahakan secepat mungkin demi menghadirkan pendidikan yang nyaman untuk anak-anak kita," katanya.
Terkait relokasi sekolah yang berada di titik rawan bencana, lanjut Salimsyah, sesuai Kemendagri, pihaknya terus berupaya menyiapkan persyaratan surat tanah yang selama ini masih menjadi kendala utama pengusulan pembangunan sekolah baru.
"Karena salah satu syaratnya itu surat tanah. Saat kita ke lapangan menyerap informasi dari kepala desa dan kepala sekolah, memang terkendalanya di situ," ujar Salimsyah.
Terpisah, Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri, Imran mengatakan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan sekolah sementara terhadap anak-anak yang masih belajar di tenda darurat sembari menunggu penganggaran sekolah baru.
"Dalam waktu singkat pemerintah daerah bisa sementara menggunakan sekolah yang masih bisa digunakan dari pada belajar di tenda. Sambil menunggu dibangun sekolah permanen. Kita harap Pemkab cepat bangun sekolah sementara," katanya.
Berita Terkait
-
Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T
-
BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir
-
Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan
-
Asal Bangun, Viral Kopdes di Sini Hampir Tenggelam karena Banjir
-
BPBD Peringatkan Ancaman Rob di Jakarta, Puncak Pasang Laut Siang Hari
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap