SuaraSumbar.id - Yusril Ihza Mahendra, ketua tim pembela pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran, menyatakan keyakinannya bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) akan menolak gugatan sengketa pilpres yang diajukan oleh kubu Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud.
Yusril berpendapat bahwa gugatan tersebut tidak didukung oleh bukti hukum yang kuat, sehingga tidak memenuhi syarat untuk mempengaruhi hasil pilpres 2024.
Menurut Yusril, keputusan yang akan dibacakan pada Senin, 22 April 2024, diprediksi akan mempertegas kemenangan Prabowo-Gibran tanpa memerlukan pemungutan suara ulang.
"Tidak akan ada pilpres tahap kedua, apalagi pilpres ulang," tegas Yusril dalam konferensi pers hari Minggu, 14 April 2024.
Lebih lanjut, Yusril menambahkan bahwa penetapan hasil Pilpres 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan bersifat final dan mengikat.
Oleh karena itu, ia optimistis bahwa pada Oktober mendatang, Prabowo-Gibran akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden untuk periode 2024-2029.
Pernyataan Yusril ini didukung oleh agenda MK yang telah mengadakan sidang pemeriksaan pendahuluan dan saksi sejak 27 Maret hingga 5 April.
Sidang untuk menyampaikan kesimpulan dijadwalkan pada 16 April, diikuti dengan rapat permusyawaratan hakim dan pembacaan putusan final.
Sementara itu, MK juga tengah mempersiapkan diri untuk menangani perkara sengketa pemilihan legislatif, dengan sidang pemeriksaan pendahuluan dijadwalkan mulai 29 April 2024.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
PPP Tak Bisa Menggantang Asa di Pundak Arsul Sani Demi Lolos ke DPR
-
Yusril Yakin MK Tolak Permohonan Anies-Cak Imin: Mereka 'Salah Alamat'
-
'Bara dalam Sekam' Megawati Vs SBY, PDIP Sulit Gabung Prabowo-Gibran
-
Tim Hukum Anies-Muhaimin Serahkan Kesimpulan PHPU ke MK, Optimis Gugatan Dikabulkan
-
Paling All-out saat Pilpres, Gerindra - Golkar Harus Dapat Jatah Menteri Paling Banyak
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Pria 61 Tahun Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Pasaman Barat Ditemukan Tewas
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh