SuaraSumbar.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengalami penurunan persentase suara dalam Pemilu 2024 dibandingkan dengan pemilu sebelumnya pada tahun 2019.
Berdasarkan hasil quick count sementara dari beberapa lembaga survei dan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI per Kamis (15/2/2024), PDIP masih memimpin dengan total suara sementara di atas 700 ribu, namun dengan persentase yang lebih rendah dari pemilu sebelumnya.
Data sementara dari KPU RI untuk Pemilu 2024 menunjukkan PDIP meraih 702.373 suara atau sekitar 17,17 persen, turun dari 19,91 persen pada Pemilu 2019 yang berhasil mengumpulkan 27.433.793 suara.
Penurunan ini terlihat konsisten dalam quick count dari empat lembaga survei, termasuk Litbang Kompas, Charta Politika, Indikator, dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), serta Poltracking, dengan PDIP mendapatkan rata-rata persentase suara sekitar 17 persen pada Pemilu 2024, turun dari di atas 18 persen pada Pemilu 2019.
Meskipun mengalami penurunan, PDIP tetap memimpin dalam quick count dari keempat lembaga survei tersebut.
Real count KPU untuk Pileg 2024 menempatkan PDIP di posisi teratas dengan persentase suara 17,71 persen, diikuti oleh Partai Golkar dengan 13,03 persen, Gerindra dengan 11,99 persen, dan PKB dengan 10,38 persen.
Penurunan suara PDIP ini menjadi sorotan, terutama mengingat partai ini merupakan pengusung pasangan calon nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, yang berada di posisi ketiga dalam Pilpres 2024 berdasarkan hasil quick count sementara.
Situasi ini menunjukkan dinamika politik yang berubah dan tantangan baru bagi PDIP dalam mempertahankan dukungan pemilihnya.
Meski demikian, PDIP tetap menunjukkan kekuatan sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di antara partai-partai peserta pemilu, menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Indonesia.
Baca Juga: Amerika Serikat Ucapkan Selamat ke Indonesia: Kami Tak Sabar Bekerjasama dengan Presiden Baru
Disclaimer menyatakan bahwa real count KPU Pemilu 2024 untuk DPR RI masih terkumpul dari sebagian kecil TPS dan bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi pemilu, dengan hasil resmi pemilu akan ditentukan oleh perhitungan suara secara manual dari KPU.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Ucapkan Selamat ke Indonesia: Kami Tak Sabar Bekerjasama dengan Presiden Baru
-
Keok di Quick Count dan Real Count, PPP Terancam Tak Masuk Senayan
-
Sebut Demokrasi Dirusak, Hasto: PDIP Mempunyai Kesabaran Revolusioner
-
Insiden Surat Suara Tertukar Pilpres 2024
-
Real Count KPU, Anies-Muhaimin Telak Unggul di Sumatera Barat, Raup 57,9% Suara
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Penguatan Good Corporate Governance di BUMN Dinilai Mampu Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas
-
Dengan QLola by BRI, Perusahaan Bisa Salurkan Gaji Karyawan Tanpa Harus Memproses Satu per Satu
-
Rp 1 Triliun per Tahun Putaran Uang Hasil Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Toko Emas Ikut Disorot
-
4 Makanan Bantu Turunkan Kolesterol Jahat Secara Alami
-
Masyarakat Diingatkan Akan Bahaya Pencampuran Jeroan-Daging untuk Kesehatan