Riki Chandra
Kamis, 26 Februari 2026 | 17:12 WIB
Dokumen banjir di Pasaman Barat. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Pemkab Pasaman Barat keluarkan edaran waspada banjir.
  • Warga dilarang buang sampah ke sungai.
  • Curah hujan tinggi picu luapan sungai.

SuaraSumbar.id - Ancaman banjir kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar). Tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir mendorong pemerintah daerah mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai meningkatkan kewaspadaan.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyampaikan bahwa potensi banjir Pasaman Barat meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pemerintah daerah telah menerbitkan surat edaran sebagai langkah antisipasi dini terhadap risiko luapan air sungai yang dapat menggenangi permukiman warga.

"Surat edaran nomor: 300.2.3/42/BPBD/2026 telah kita keluarkan ke camat, wali nagari (kepala desa) dan BUMN/BUMD agar disampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada," kata Yulianto, Kamis (26/2/2026).

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mewaspadai potensi banjir Pasaman Barat, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan.

Warga diminta tidak membuang sampah ke aliran sungai, tidak melakukan pencemaran, serta menghindari sementara aktivitas di bantaran sungai. Orang tua juga diminta memastikan anak-anak tidak bermain di tepi sungai saat debit air meningkat.

Selain itu, pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat untuk melakukan penanaman pohon sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

"Kepada pihak wali nagari agar membuat himbauan dalam bentuk spanduk di tepi aliran sungai agar masyarakat bisa waspada," ujarnya.

Pasaman Barat diketahui memiliki sejumlah sungai besar yang rawan meluap setiap musim hujan. Beberapa di antaranya adalah sungai Batang Pasaman di Kecamatan Pasaman, sungai Batang Sikabau dan Batang Bayang di Kecamatan Lembah Melintang, sungai Batang Batahan di Kecamatan Ranah Batahan, serta sungai Anak Air Haji di Kecamatan Sungai Aur.

"Setiap curah hujan tinggi maka air sungai itu selalu meluap dan menggenangi rumah warga sekitar," katanya.

Tak hanya kawasan bantaran sungai, pemerintah juga mengingatkan warga di daerah perbukitan dan pegunungan untuk mewaspadai potensi longsor Pasaman Barat, khususnya di Kecamatan Talamau. Sementara itu, masyarakat pesisir diminta siaga terhadap risiko abrasi Pantai Sasak.

Menurut Yulianto, kondisi cuaca ekstrem Sumatera Barat saat ini menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.

"Saat ini cuaca tidak menentu atau ekstrem. Tingkatkan kewaspadaan dan selalu siaga bencana," ujarnya.

Pemerintah berharap melalui imbauan ini, dampak banjir Pasaman Barat dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga. (Antara)

Load More