SuaraSumbar.id - Video seorang perempuan mengumpati ulah mahasiswa buang sampah sembarangan viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Nagari Talang Maur, Kecamatan Guguk, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).
Perempuan itu menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di nagari tersebut. Dia menyebut aksi mahasiswa tidak beretika.
Dalam video yang dibagikan Instagram @reporter.minang, perempuan itu menceritakan perbuatan mahasiswa KKN dari UNP. Dia emosi karena mahasiswa membuang sampah ke halaman rumahnya.
"Iko kurang aja. Ndak ado yang ba utak. Diantaan saroknyo ka rumah den, ka halaman rumah den malam cako. Sedangkan sarok den se ndak ta angkek dek den do (Ini kurang ajar. Tidak ada otak. Diantarkan sampah ke rumah saya, ke halaman saya malam tadi. Sedangkan sampah saya sendiri tidak terangkat)," katanya, dikutip Selasa (6/2/2024).
Baca Juga: Tragis! Remaja Laki-laki Tewas di Jurang Ngarai Sianok Bukittinggi
Dia mengatakan bahwa mahasiswa KKN itu telah ditegur oleh warga untuk tidak membuang sampah ke halaman rumah orang. Namun, mahasiswa itu menjawab dan berjanji akan membuangnya nanti.
Gara-gara tak kunjung dibuang, perempuan itu pun menemui mahasiswa dan meminta segera membuang sampah itu dari halamannya rumahnya.
"Ndak carito. Ang angkek kini. Awak kuliah. Utak ndak ado. Babuek lo sarupo urang kayo. (Tidak ada cerita. Buang sekarang. Kalian kuliah. Otak tidak ada)," katanya lagi.
Sekretaris UNP, Erian Joni, pun mengomentari video tersebut. Menurutnya, si perempuan dalam video terlalu berlebihan hingga menjadikan hal tersebut konten media sosial.
"Kalau (menurut) saya terlalu berlebihan. Kok sampai ke media sosial. Kalau kita ikuti kronologisnya (permasalahan), sudah selesai," katanya kepada SuaraSumbar.id, Selasa (6/2/2024).
Baca Juga: Oknum Polisi Polda Sultra Terjerat Kasus LGBT Pengembangan dari Polda Sumbar, Ini Kata Kabid Humas
Erian Joni mengatakan, jika sudah sampai ke media sosial, tentu sudah masuk ke ranah pencemaran nama baik. Seharusnya, hal itu dibicarakan dengan baik-baik, tapi seolah-olah yang bersangkutan menghakimi mahasiswa.
Berita Terkait
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!
-
Daftar 5 Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Arus Balik Lebaran 2025, Tol Padang-Pekanbaru Paling Sibuk!
-
Kronologi Nenek dan 2 Cucu Hilang di Pantai Tiku Agam hingga Ditemukan Seperti Ini