SuaraSumbar.id - Polisi telah menetapkan tiga orang waria yakni AP (25), JN (30) dan HS (38) sebagai tersangka penganiayaan dan pencabulan seorang driver ojol berinisial R (26). Korban mendapat penganiayaan dan pencabulan selama disekap di indekos para tersangka.
Korban disekap kurang lebih lima jam, mulai pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Korban saat itu sebelumnya hendak mengantarkan pesanan yang diterimanya melalui marketplace.
Saat ditemui di Polsek Koto Tangah pada Selasa (10/10), para tersangka ini tampak sudah dibotaki. Berbeda sesaat ditangkap pihak kepolisian, para tersangka tersebut memiliki rambut panjang.
Mereka juga berdandan layaknya seperti seorang perempuan. Namun ketika diperiksa di ruang penyidik, tersangka hanya bisa pasrah dan tertunduk.
“Sudah ditetapkan tersangka penganiayaan dan pencabulan,” kata penyidik yang menangani kasus, Selasa (10/10/2023).
Peristiwa penyekapan, penganiayaan dan pencabulan ini terjadi pada Jumat (7/10/2023). Saat korban mendatangi indekos para tersangka untuk mengantarkan pesanan, korban ditarik paksa.
“Sampai di lokasi pelaku, (korban) ditarik ke dalam (rumah). Dianiaya pakai batu, gunting, kayu dan obeng,” ujar Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino.
Dari laporan korban, pihak kepolisian kemudian melakukan penangkap. Satu dari tiga tersangka yakni HS, ditangkap ketika menjadi MC di suatu acara.
Ketika tersangak ditangkap, sejumlah driver ojol mendatangi Mapolsek Koto Tangah. Setelah itu, pihak kepolisian melakukan pengembangan sehingga menangkap dua tersangka lainnya yaitu AP dan JN.
Baca Juga: Nekat Aniaya dan Cabuli Driver Ojol, 3 Waria di Padang Akhirnya Diringkus
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Ribuan ASN Pemprov Sumbar Dikerahkan Borong Bawah Merah Petani, Ini Alasannya
-
Laku Kejam Keluarga DPR: Di Jatim Aniaya Pacar Hingga Meninggal, Di Sumbar Tabrak Bocah Sampai Tewas
-
Lantik Pejabat Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Andri Yulika: Pelanggaran Sumpah Jabatan Tak Sekadar Korupsi!
-
Jelang Pemilu 2024, Pemprov Sumbar Wanti-wanti Netralitas ASN
-
Antisipasi Dampak Kabut Asap di Sumbar Perlu Penguatan Fasilitas Puskesmas
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu
-
Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM
-
BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School
-
Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui
-
Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup