Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Jum'at, 07 April 2023 | 15:04 WIB
Wagub Sumbar Audy Joinaldi. [Dok.Biro Adpim Pemprov Sumbar]

Audy mengatakan memang ada beberapa konsekuensi dari penerapan kebijakan ini, terutama untuk masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur "one way" karena harus memutar jauh untuk sampai di tujuan. Namun beberapa jalur alternatif diyakini bisa digunakan untuk solusinya.

"Uji coba besok itu penting, karena kita ingin melihat sejauh apa efektifitas dari kebijakan ini," ujarnya.

Rekayasa arus lalu lintas juga disiapkan untuk pengendara dari Pekanbaru, Medan, Jambi dan Bengkulu yang ingin ke Padang. Pengendara dari Pekanbaru diarahkan untuk melewati jalur Payakumbuh-Piladang-Batusangkar-Solok- Arosuka-Padang.

Pengendara dari Medan diarahkan untuk menggunakan jalur ke Tiku Agam, terus ke Pariaman dan Padang, alih-alih menggunakan jalur via Bukittingggi. Pengendara dari Jambi tetap menggunakan jalur Solok-Arosuka hingga Padang. Demikian juga pengendara dari Bengkulu bisa melewati jalur utama via Painan.

Baca Juga: Wagub Sumbar Sebut Pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin-Bukittinggi Dimulai 2023

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedi Diantolani mengatakan kebijakan "one way" ini diambil setelah diskusi panjang dengan berbagai pihak termasuk pakar transportasi umum.

Awalnya ada dua kebijakan yang diusulkan yaitu penggunaan ganjil-genap seperti di Jakarta dan kebijakan "one way". Akhirnya kebijakan yang diambil adalah "one way".

Ia mengakui kebijakan itu masih ada kekurangan, tetapi diharapkan bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan saat libur lebaran 1444 Hijriah sehingga pengendara dan wisatawan bisa lebih nyaman.

Load More