SuaraSumbar.id - Daerah yang memiliki lahan perkebunan sawit yang luas bisa mengembangkan Sistem Integrasi Sapi dengan Kelapa Sawit (SISKA) untuk penguatan ekonomi masyarakat. Hal itu dinyatakan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy.
"Sumbar memiliki beberapa daerah yang punya lahan sawit yang luas. Ini cocok untuk dikembangkan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit," katanya, Jumat (31/3/2023).
Audy melihat melihat sebagian masyarakat sudah mulai mengembangkan sistem tersebut namun masih belum terlalu serius dan masih terkesan coba-coba.
Padahal, melalui sistem itu masyarakat dapat beternak sapi tanpa mengurangi produktifitas dari tanaman sawitnya sehingga lebih menguntungkan dari segi ekonomi.
Wagub Audy menuturkan biasanya yang menjadi tantangan terbesar dalam sektor peternakan adalah kebutuhan akan pakan namun pada pola SISKA, peternak bisa memanfaatkan Hijauan Antar Tanaman (HAT) yang tersedia secara alami untuk kebutuhan pakan yang berupa rumput liar, pelepah dan daun kepala sawit.
"Patut kita dorong bersama, agar perekonomian masyarakat menjadi lebih meningkat. Untuk lebih detailnya nanti, itu bisa didiskusikan dengan Pejabat terkait pada Dinas Peternakan baik kabupaten maupun provinsi," katanya.
Data Pemprov Sumbar 2021 mengungkapkan total luas kebun sawit di daerah itu mencapai 385.921 hektare (Ha) yang tersebar di 15 kabupaten dan kota.
Dari total lahan kebun sawit tersebut lebih dari setengahnya atau 219.661 Ha sekitar 56,92 persen merupakan kebun rakyat. Sisanya, 41,75 persen atau 161.113 Ha adalah milik perusahaan swasta seperti Incasi Raya Grup, Wilmar Grup, Tidar Kerinci Agung (Arsari Grup), Bakrie Plantation, hingga Provident Agro, serta 5.147 Ha atau 1,33 persen adalah milik BUMN.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatatkan setidaknya 15 kabupaten/kota di daerah itu memiliki kebun sawit rakyat atau dimiliki oleh masyarakat. Hanya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang Panjang, Bukittinggi dan Payakumbuh saja yang tidak ada kebun rakyat. (Antara)
Berita Terkait
-
Bantah Ancam Pejabat Pemprov Sumbar, Anggota DPRD Fraksi Demokrat Sumpah Pakai Al-quran
-
Fraksi Demokrat Proses Kader yang Diduga Ancam Salah Satu Pejabat Pemprov Sumbar
-
49 Perusahaan Buka 1.954 Lowongan Kerjadi Job Fair 2023 Pemprov Sumbar, Ini Daftarnya
-
Tak Ingin BIM Turun Status, Pemprov Sumbar Janji Siap Berjuang
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia
-
BRI Perkuat Dukungan untuk Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026
-
Permudah Kelola Payroll Perusahaan, Gunakan Qlola by BRI dengan Sistem Terintegrasi
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat