SuaraSumbar.id - Kisah perjuangan bidan Dona Lubis (46), warga Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), viral di media sosial setelah aksinya menyeberangi derasnya Sungai Batang Pasaman demi mengobati pasien tuberkulosis.
Selain itu, Dona juga pernah berhadapan langsung dengan seekor harimau sumatera saat bertugas di pedalaman. Atas dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan sebagai tenaga kesehatan teladan 2025 oleh Pemerintah Provinsi Sumbar pada peringatan HUT ke-80 RI.
Dona Lubis, ibu lima anak yang bekerja di Puskesmas Simpang Tonang, rela mempertaruhkan nyawa demi pasien.
“Hati nurani dan dedikasi yang membuat saya berani menyeberangi sungai untuk mengobati pasien,” ujar Dona.
Perempuan kelahiran 11 April 1979 itu mengaku tidak punya pilihan lain selain menantang derasnya arus sungai yang berwarna kecoklatan dan penuh batuan besar.
Aksi heroik itu baru pertama kali ia lakukan sepanjang 26 tahun mengabdi sebagai tenaga kesehatan. Dahulu, akses warga lebih mudah berkat jembatan di Jorong Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, namun jembatan tersebut kini putus.
Selain menyeberangi sungai, bidan Dona Lubis juga pernah menghadapi situasi berbahaya ketika bertugas dua tahun lalu.
Saat itu, ia bersama tukang ojek terpaksa berhenti di tengah hutan karena seekor harimau sumatera menghadang jalan.
“Harimau itu bangun seperti mau menerkam. Saya hanya bilang, saya minta maaf dan hanya ingin pergi mengobati pasien. Tak lama setelah itu, harimau pergi dan kami melanjutkan perjalanan,” kenang Dona.
Dona juga pernah membawa bayi berusia 11 hari menggunakan kantong plastik agar tetap hangat selama perjalanan ke desa terpencil. Berbagai pengalaman penuh risiko tidak pernah melunturkan semangatnya sebagai tenaga kesehatan.
“Pasien itu membutuhkan kita, maka bantu dan obatilah mereka dengan penuh tanggung jawab dan jangan mengharapkan imbalan,” katanya.
Apresiasi Pemerintah dan Warga
Atas dedikasi bidan Dona Lubis, Gubernur Sumbar Mahyeldi memberikan apresiasi tinggi. “Beliau rela menyeberangi derasnya arus sungai untuk mengobati pasien dan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Semangat itu patut ditiru semua anak bangsa,” kata Mahyeldi.
Warga Jorong Sinuangon juga menilai Dona sebagai sosok peduli dan berjiwa sosial tinggi. “Saya rasa memang sudah sepatutnya ia mendapatkan penghargaan dari pemerintah,” ujar Asnan, warga setempat.
Kisah perjuangan Dona membuktikan bahwa pahlawan masa kini masih ada. Perjuangan tidak selalu dengan senjata, tetapi juga melalui pengabdian tulus demi menyelamatkan nyawa orang lain. (Antara)
Berita Terkait
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
-
Harimau Galak Pensiun Jadi Penjual Kue? Intip Menggemaskannya 'Mr. Tigers Snacks'
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
5 Arti Mimpi Bertemu Harimau, Ada Isyarat Rezeki hingga Datangnya Jodoh
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PBHI Serahkan Data Baru ke Ombudsman, Soroti Dokumen Kebencanaan Izin Tambang Andesit Kasang
-
Psikolog Ungkap Pencegahan Bullying Tak Cukup dengan Hukuman, Berkaca dari Kasus MAN 3 Padang
-
Siswa MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet
-
Fakta Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Dikenal Pendiam dan Sering Absen
-
Polisi Ungkap Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga Korban Bullying