SuaraSumbar.id - Persiapan penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVI Tahun 2023 di Sumatera Barat (Sumbar) masih terkendala pasokan listrik dan ketersediaan toilet di lokasi acara.
"Permasalahan pasokan aliran listrik di lapangan harus segera dikoordinasikan dengan pihak PLN untuk segera dicarikan solusinya," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Senin (4/4/2024).
Menurut politisi PKS itu, listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan mendasar dalam penyelenggaraan Penas KTNA 2023. Atas dasar itu, persoalan terkait kebutuhan tenaga listrik tersebut harus segera ada solusi.
"Kalau dibutuhkan anggaran untuk listrik kita akan carikan jalan keluarnya," tegasnya.
Selain listrik, masih ada beberapa hal yang sampai saat ini belum ada kejelasan dan akan menjadi tanggungjawab siapa, seperti lokasi parkir tamu, MCK mobile, lahan percontohan panen, dan beberapa hal lainnya.
Gubernur Sumbar meminta agar panitia daerah segera berkoordinasi dengan panitia pusat untuk tindak lanjutnya.
"Waktu pelaksanaan Penas KTNA 2023 sudah semakin dekat, yakni pada 10-15 Juni 2023. Untuk itu semua kendala di lapangan harus ada solusi secepatnya," katanya.
Mahyeldi menyebut Penas Tani adalah salah satu contoh kegiatan berskala nasional yang dipercayakan kepada Sumbar. Untuk itu, Pemprov Sumbar wajib menjawab kepercayaan tersebut dengan penyelenggaraan kegiatan yang sukses dan lancar.
"Ini bukan hanya tentang penugasan tetapi juga tentang nama baik Sumbar di kancah Nasional," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Hansastri menyampaikan Penas KTNA 2023 rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, sedangkan untuk penutupan akan dihadiri oleh Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin.
PENAS-KTNA ke-XVI 2023 merupakan kegiatan besar yang akan dihadiri lebih dari 40 ribu peserta yang mewakili setiap provinsi dan peserta dari luar negeri.
"Hari ini harus kita matangkan, karena tidak ada lagi waktu untuk membahasnya, ke depan kita harus sudah bekerja," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Hansastri meminta seluruh lembaga terkait dan aparatur sipil negara di Sumbar berkontribusi agar pelaksanaan Penas KTNA berjalan sesuai harapan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Gubernur Sumbar Minta Pengusaha Kuliner Urus Sertifikat Halal, Ini Alasannya
-
Mahyeldi Sebut IPM Sumbar Lebih Tinggi Dibandingkan Rata-rata Nasional, Mentawai Terendah
-
Pejabat dan ASN Dilarang Buka Puasa Bersama, Gubernur Sumbar: Perlu Pertimbangan Lagi!
-
Potensi Ekonomi Budidaya Udang Vaname di Laut Sumbar Menjanjikan, Ini Alasannya
-
Sebut Mahyeldi-Audy Gagal Pimpin Sumbar, Mahasiswa Demo hingga Singgung Proyek Mangkrak
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu 500 Meter: PVMBG Peringatkan Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Tubuh Mungil Penuh Luka: Balita 3 Tahun Dirawat Intensif Usai Dianiaya Ayah Sambung
-
Longsor Maut Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: Polisi Buru Pemodal dan Operator
-
Kronologi Longsor Maut Tambang Emas Ilegal Sijunjung: Tebing 30 Meter Tiba-tiba Runtuh
-
9 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung