Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 05 Oktober 2022 | 19:54 WIB
Ternak kambing warga Kabupaten Solok diduga diterkam harimau. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Belasan ekor kambing ternak warga di Jorong Tiagan, Nagari Supayang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), ditemukan mati dengan keadaan tercabik-cabik. Kuat dugaan, kambing-kambing itu mati diterkam harimau.

Meski begitu, Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono belum bisa memastikan apakah hewan ternak itu mati diterkam harimau atau binatang buas lainnya.

"Kita masih belum dapat memastikan apakah itu karena harimau atau bukan, karena kalau dilihat dari foto yang beredar, masih kurang menyakinkan ya, biasanya harimau itu menyembunyikan mangsanya," katanya, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Rabu (5/10/2022).

Dia juga menjelaskan, harimau termasuk hewan yang sangat efektif dan efesien dalam berburu dan memakan mangsanya. "Mereka bukan satwa yang rakus dan tidak makan sekaligus banyak," ucapnya.

Baca Juga: Selamat, Atlet Sumbar Dapat Enam Medali Perunggu di Kejurnas Karate

Lebih lanjut dia menjelaskan biasanya yang makan sekaligus banyak itu adalah rombongan ajag atau anjing hutan.

"Namun biasanya juga yang dimakan ajag itu hanya isi perut dan tidak semuanya habis," ujarnya.

Untuk kemungkinan satwa lain seperti beruang atau macan dahan, Ardi menjelaskan beruang pada masa tertentu juga makan ternak. Namun, macan dahan sama seperti harimau, mereka biasanya memakan mangsanya dengan rapih dan tidak rakus.

"Kalau beruang rakus, main bunuh saja, sehingga kalau memang beruang masyarakat harus lebih hati-hati karena jauh lebih berbahaya," jelasnya.

"Yang jelas sampai saat ini kita masih belum bisa pastikan, masih kita observasi dulu, Sejak tadi malam kita dan masyarakat sekitar sudah melakukan ronda, dan kita pasang kamera trap," sambungnya.

Baca Juga: Angkot Bawa Rombongan Mahasiswi Terbalik di Bukittinggi, 15 Orang Terluka

Dia juga menjelaskan kalaupun ada jejak harimau yang ditemukan namun jejak itupun belum fix karena masih sedikit dan tidak utuh.

Load More