SuaraSumbar.id - Polda Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan tim Penasehat Hukum (PH) untuk memberikan bantuan hukum kepada oknum polisi yang menjadi tersangka penembak mati DPO judi di Solok Selatan beberapa waktu lalu.
Bantuan hukum yang berasal dari Polda Sumbar untuk anggotanya sendiri dikhawatirkan akan memicu konflik interest. Hal ini diungkapkan PH keluarga almarhum tersangka DS, Guntur Abdurrahman.
"Yang bisa bertindak sebagai PH itu harus merujuk kepada undang-undang advokad. Di antaranya, mereka disumpah dan tidak dibolehkan tergabung dengan profesi lain, kecuali tergabung dalam organisasi pemberi bantuan hukum lain," katanya kepada SuaraSumbar.id, Selasa (9/2/2021).
Jika pun ada peraturan yang membolehkan semua kementerian memberikan bantuan hukum, kata Guntur, profesi advokad berarti tidak lagi memiliki batasan.
"Kalau sudah tidak ada batasannya, bagaimana cara mempertanggungjawabkan etis nya. Padahal, mereka tidak disumpah dan apa jaminan kalau PH itu akan profesional," katanya.
"Apalagi dalam kasus ini, yang memeriksa dan menetapkan dia sebagai tersangka adalah polisi. Kemudian yang membela juga dari polisi. Nah, tentu ini akan menimbulkan konflik interest atau konflik kepentingan yang nyata akan menyalahi KUHAP," tambahnya lagi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu membenarkan bahwa pihaknya menyiapkan lima orang dari bagian hukum Polda Sumbar untuk memberikan bantuan hukum terhadap oknum polisi tersebut hingga ke meja persidangan.
"Kami menyiapkan tim PH untuk memberikan hak dari tersangka yang diduga melakukan penembakan dan mengakibatkan seorang meninggal dunia," katanya.
Kontributor : B Rahmat
Baca Juga: Bandar Narkoba di Padang Diringkus Polda Sumbar, 2 Kilogram Sabu Disikat
Berita Terkait
-
Komnas HAM Sumbar Kawal Kasus Polisi Tembak Mati DPO Judi Solok Selatan
-
DPRD Solok Selatan Minta Polri Adil Usut Kasus DPO Judi Ditembak Mati
-
Kasus Tembak Mati DPO di Solok Selatan, Polda Sumbar Minta Tambahan 2 Saksi
-
Penembak DPO Judi Solok Selatan Dijerat Pasal Penganianyaan, PH: Pembunuhan
-
Blak-blakan Istri DPO Judi Ditembak Mati di Solok Selatan, Anak Histeris
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai
-
Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan