Rendang isi 300 gram dijual seharga Rp 100 ribu. Sedangkan isi 600 gram dibandrol senilai Rp 175 ribu dan untuk 1.000 gram Rp 320 ribu. “Rendang kami sudah pakai packing kaleng berstandar pangan nasional, dijamin awet dan tahan lama," katanya.
Selain di sekitar Sumbar, rendang Silvi telah memiliki banyak pelanggan tetap yang tersebar di hampir tiap kota Indonesia. Mulai dari Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Bangka Belitung, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Papua. Sebelum pandemi bahkan rata-rata jemaah umrah dari Solok memesan rendang Hj Fatimah.
Pelanggan di luar Sumbar itu mayoritas didapatkan Silvi melalui interaksi lewat media sosial Facebook, Twitter dan Instagram. "Paling mendominasi dari luar Sumbar. Pesanan lokal paling baru sekitar 5 tahunan ini, saya sudah jualan 9 tahun," katanya.
Dia menyadari, menggeluti bisnis berbasis online, jelas membutuhkan jasa ekspedisi pengantar pesanan pelanggan yang tidak bertele-tele. Apalagi, pemesan kadang bersikap nyinyir menanyakan pesanannnya.
"Kalau urusan kirim mengirim rendang ke semua kota di Indonesia, saya setia dengan JNE. Ini sudah langganan sejak awal-awal mengirim rendang ke luar daerah," katanya.
Dalam bisnis jarak jauh ini, kata Silvi, ketepatan waktu paling utama untuk menjaga kecintaan pelanggan. Hal itu juga yang membuatnya menjatuhkan pilihan kepada jasa kurir PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) yang kini berusia 30 tahun itu.
"Bisa dikatakan, rendang saya keliling Indonesia pakai JNE," katanya.
Dia mengaku nyaman mengirim rendang lewat JNE. Sebab, ketika pesanan sampai di tangan pelanggan, JNE langsung memberikan laporan ke nomor telepon pengirim dan si pemesan. Selain itu, pengirim juga dapat mengecek langsung barang kirimannya lewat website yang disediakan pihak JNE.
“Selama ini, JNE tidak pernah salah alamat, antarnya tepat waktu. Nggak mau berpaling ke lain hati lah,” katanya.
Baca Juga: Sopir Truk Tersangka, Ini Kronologi Tabrakan Beruntun di Lembah Anai
Untuk kota-kota besar, terang Silvi, JNE memastikan sampai dalam waktu sehari dengan layanan Yakin Esok Sampai (YES). Misalnya ke Jakarta, Surabaya, Bandung. Sedangkan ke Kalimantan bisa tembus lima hari dan ke Bangka Belitung dan sebagainya.
“Saya mikirnya yang pertama itu aman. Nah, rasa aman mengirim barang itu saya dapat dari JNE. Harganya juga standar. Saat pandemi pun, JNE masih setia,” tuturnya.
Mendukung UMKM
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang logistik, JNE terus melakukan terobosan-terobasan baru agar tetap menjadi 'raja' di hati pelanggan. Beragam layanan memanjakan konsumen telah dilahirkan perusahaan jasa kurir ini.
Seperti yang dilakukan JNE pada tanggal 26-27 November 2020. Dalam rangka perayaan HUT JNE ke-30 bertema "Bahagia Bersama", JNE memberikan Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) untuk semua pelanggan setia perusahaan asli Indonesia itu.
VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan, Harbokir ke-5 ini diberikan untuk semua pelanggan di seluruh Indonesia. Syaratnya, maksimal 2 kilogram per resi. Kemudian dapat digunakan pada layanan reguler dan OKE dengan tujuan pengiriman dalam kota yang sama, serta antar kota dalam 1 provinsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak