Riki Chandra
Rabu, 04 Februari 2026 | 22:51 WIB
Tol Padang-Sicincin. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi butuh investasi Rp 25,23 triliun.

  • Proyek dikerjakan PT Hutama Karya melalui skema penugasan pemerintah.

  • Target operasi 2031 dengan peluang percepatan selesai pada 2029.

SuaraSumbar.id - Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi diproyeksikan menelan anggaran mencapai Rp 25,23 triliun. Ruas tol strategis di Sumatera Barat (Sumbar) ini menjadi salah satu infrastruktur prioritas untuk meningkatkan konektivitas wilayah barat Sumatera.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra, mengatakan bahwa estimasi biaya pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi telah dihitung berdasarkan seluruh tahapan perencanaan yang disusun secara menyeluruh.

“Total kebutuhan investasi pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun,” kata Rachman Arief Dienaputra, Rabu (4/2/2026).

Pembahasan mengenai kelanjutan proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru ini dilakukan dalam rapat bersama antara Kementerian PU, Pemerintah Provinsi Sumbar, serta sejumlah instansi terkait.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pembangunan ruas tol ini akan dikerjakan langsung oleh PT Hutama Karya melalui skema penugasan.

Rachman Arief menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi dapat diselesaikan dan mulai beroperasi pada 2031. Target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan seluruh proses perencanaan hingga konstruksi berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan sejak awal.

“Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Namun terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal sejak tahap awal,” ujarnya.

Selain membahas target waktu, rapat tersebut juga menyoroti berbagai tahapan teknis yang telah dan akan dilaksanakan. Beberapa di antaranya meliputi survei topografi, survei geoteknik, serta penyusunan rekomendasi teknis sebagai bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan jalan tol.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyampaikan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi. Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan daerah.

Mahyeldi menilai keberadaan jalan tol ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumbar. Selain itu, jalan tol juga diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan lalu lintas di jalur nasional Padang-Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak bencana banjir, longsor, serta kemacetan.

“Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depannya,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan pemerintah provinsi siap memberikan dukungan sesuai kewenangan daerah, termasuk dalam hal koordinasi lintas sektor agar pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi dapat berjalan sesuai rencana.

“Insyaallah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah,” tuturnya. (Antara)

Load More