- Perbaikan jalan provinsi Payakumbuh-Sitangkai sepanjang 8,4 kilometer ditargetkan selesai pada 2 Juli 2026 menggunakan dana APBN senilai Rp75 miliar.
- BPJN Sumbar berencana mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan menuju Batusangkar melalui program Inpres Jalan Daerah pada tahun 2026 atau 2027.
- Pemerintah diminta membatasi beban maksimal kendaraan delapan ton agar menjaga kondisi jalan dari kerusakan akibat aktivitas tambang galian C.
SuaraSumbar.id - Perbaikan jalan provinsi Payakumbuh-Sitangkai yang menggunakan dana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 ditargetkan selesai pada 2 Juli 2026.
Secara umum, pembangunan jalan Payakumbuh-Sitangkai saat ini mencakup 8,4 kilometer di mana 5,5 kilometer di antaranya dalam bentuk beton sementara sisanya dalam bentuk aspal.
"Saat ini pembangunan hampir rampung. Sesuai laporan progres dari kontraktor, ini dapat selesai sesuai tanggal kontrak berakhir," kata Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, melansir Antara, Minggu, 10 Mei 2026.
Untuk kelanjutan perbaikan jalan yang dikenal dengan sebutan "jalan seribu lubang" itu, BPJN masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Artinya, ketika ada pembukaan untuk IJD 2026, instansi itu akan mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan Sitangkai-Batusangkar sekitar 20 kilometer lagi.
Sementara itu, anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade meminta pemangku kepentingan terkait untuk memerhatikan beban maksimal kendaraan yang melalui jalan provinsi yakni delapan ton atau satu sumbu tunggal demi menjaga kesinambungan jalan.
Andre mengatakan alokasi anggaran perbaikan jalan Payakumbuh-Sitangkai berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yakni sebesar Rp75 miliar.
"Jalan ini adalah jalan provinsi yang dibangun dengan APBN intervensi dan hampir selesai. Kami berharap agar setiap pihak terkait dapat berkomunikasi agar jalan ini dijaga sebab memang ada aktivitas tambang galian C di wilayah sekitar," ujar dia.
Menurut dia, kewenangan jalan maupun kewenangan izin galian c sama-sama berada di pemerintah provinsi sehingga persoalan terkait keduanya menjadi tanggung jawab provinsi untuk mencarikan solusinya.
Ia menegaskan bahwa aktivitas tambang boleh berjalan, namun jangan sampai melanggar aturan tonase jalan agar tidak terjadi lagi kerusakan serupa. Pihaknya juga berkomitmen terus mendorong keberlanjutan perbaikan pembangunan jalan hingga ke Batusangkar dengan memasukkan ke IJD 2026 atau selambat-lambatnya di IJD 2027.
"Intinya kita usahakan sebelum 2029, semua perbaikan jalan dari Payakumbuh hingga ke Batusangkar selesai," katanya.
Berita Terkait
-
Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya
-
Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi