- PT Indonesia Fintopia Technology bersama AFTECH mengedukasi mahasiswa dan UMKM di Kota Padang pada November 2026.
- Kegiatan tersebut bertujuan mengatasi kesenjangan literasi keuangan Sumatera Barat yang berada di angka 76,6 persen.
- Program ini memperkenalkan Modul Bijak Keuangan untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan arus kas dan pinjaman digital secara bijak.
"Sebagai mahasiswa yang merantau, sebagian besar uang yang saya kelola masih berasal dari orang tua. Dari sesi ini, saya jadi lebih memahami bagaimana mengatur arus kas, termasuk mengenal metode 50-30-20 melalui MOJANG," ujarnya.
Selain mahasiswa, edukasi juga menyasar pelaku UMKM melalui program FULUS. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat tahun 2025 yang dikutip OJK, jumlah UMKM di Sumbar mencapai 740.347 unit.
Jumlah tersebut terdiri atas 738.322 usaha mikro, 1.750 usaha kecil, dan 275 usaha menengah. Besarnya jumlah UMKM tersebut menunjukkan pentingnya dukungan terhadap peningkatan kapasitas, literasi keuangan, akses pembiayaan, digitalisasi, serta keberlanjutan usaha.
Dalam kegiatan FULUS, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pengambilan keputusan pendanaan berdasarkan kondisi usaha. Materi mencakup pencatatan arus kas, kemampuan membayar, tujuan penggunaan dana, legalitas penyelenggara, manfaat ekonomi, hingga jangka waktu pembiayaan.
Baca Juga:Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui
Peserta juga diingatkan bahwa tambahan pendanaan belum tentu produktif apabila tujuan penggunaan dan sumber pembayarannya tidak jelas. Pendanaan idealnya digunakan untuk mendukung aktivitas usaha dan tetap disesuaikan dengan kemampuan arus kas.
Devi, pemilik UMKM Risol Cemilan Raja, mengaku mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai pengelolaan keuangan usaha melalui kegiatan tersebut.
"Acara hari ini memberikan pemahaman yang lebih baik bagi kami sebagai pelaku UMKM, terutama dalam mengatur arus kas. Materinya membantu kami melihat pengelolaan keuangan usaha dengan lebih terarah," katanya.
Sementara itu, kontribusi industri pindar terhadap pembiayaan UMKM juga terus meningkat. OJK mencatat penyaluran pembiayaan pindar kepada sektor UMKM hingga Juni 2026 mencapai Rp35,12 triliun atau tumbuh 23,25 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut setara dengan sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan industri pindar pada periode yang sama.
MOJANG sendiri merupakan modul literasi keuangan yang disusun Easycash bersama AFTECH dan IARFC Indonesia. Modul ini membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan, penggunaan produk keuangan, risiko pendanaan, hingga pentingnya menjaga reputasi kredit.
Baca Juga:Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak