- Sebanyak 20 warga mengalami gejala keracunan setelah menghadiri pesta pernikahan di Kota Padang pada hari Minggu.
- Para korban yang mayoritas anak-anak tersebut mendapat perawatan medis darurat di dua rumah sakit berbeda.
- Seorang bocah berusia lima tahun dirujuk ke rumah sakit lain akibat mengalami dehidrasi berat dan pendarahan.
SuaraSumbar.id - Sebanyak 20 warga mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan setelah menghadiri pesta pernikahan di Gedung Serba Guna SMK Negeri 2 Padang, Minggu (1/11/2026).
Mayoritas korban merupakan anak-anak. Bahkan, seorang bocah berusia lima tahun harus dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang karena mengalami dehidrasi berat disertai pendarahan saat buang air besar (BAB).
Para korban mengalami sejumlah gejala, seperti mual, muntah, pusing, diare hingga nyeri perut setelah menyantap hidangan yang disajikan dalam acara tersebut. Mereka kemudian dilarikan ke dua rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo Padang, Letkol CKM dr. Ichsan Fahmi, membenarkan pihaknya menerima pasien yang diduga mengalami keracunan setelah menghadiri pesta pernikahan tersebut.
"Sebanyak 13 pasien mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 18.00 WIB," katanya, Senin (2/11/2026).
Dari jumlah tersebut, delapan pasien merupakan anak-anak dan lima lainnya orang dewasa. Tim medis langsung melakukan pemeriksaan serta memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien.
Dokter IGD RST Dr. Reksodiwiryo Padang, dr. Adissa Benanda, menjelaskan pemeriksaan awal meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, denyut nadi, kondisi pernapasan hingga pemeriksaan fisik untuk mengetahui tingkat keparahan gangguan kesehatan yang dialami pasien.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah pasien mengalami nyeri tekan pada bagian perut atas. Beberapa di antaranya juga memperlihatkan tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering, mata cekung hingga muntah berulang lebih dari delapan sampai sepuluh kali," ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim medis memberikan cairan infus guna membantu memulihkan cairan tubuh pasien. Khusus pasien anak-anak, pemberian obat disesuaikan dengan dosis berdasarkan berat badan masing-masing.
Setelah mendapatkan penanganan, pasien menjalani observasi selama 30 menit hingga satu jam. Pasien yang kondisinya membaik dan tidak menunjukkan keluhan tambahan dapat diberikan obat untuk melanjutkan pemulihan di rumah.
Namun, tiga pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut karena masih menunjukkan gejala yang berisiko memperparah dehidrasi.
"Salah satunya seorang anak berusia lima tahun yang harus dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang akibat mengalami dehidrasi berat disertai pendarahan saat BAB. Sementara dua pasien lainnya, masing-masing seorang anak dan seorang dewasa, masih menjalani perawatan di RST Dr. Reksodiwiryo," jelasnya.
Terkait penyebab kejadian, Ichsan menegaskan pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan tertentu atau faktor alergi.
"Pemeriksaan di rumah sakit difokuskan pada penanganan medis pasien, sedangkan pengambilan sampel untuk mengetahui penyebab kejadian akan dilakukan oleh pihak kepolisian," katanya.
Kapolsek Padang Timur, AKP Ronnal Yandra, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai sejumlah orang yang mengalami muntah-muntah dan diduga keracunan makanan saat menghadiri pesta pernikahan tersebut. Laporan diterima pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.