“Pembinaan kelompok seperti LKAM, Bundo Kanduang, dan KNPI perlu ditingkatkan agar mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan,” terangnya.
Paslon nomor urut dua, Hendri-Mukhlis, menggarisbawahi perlunya sinergitas dalam pembangunan infrastruktur.
Hendri menekankan pentingnya pelaksanaan yang profesional dan peningkatan pengawasan oleh pihak terkait dalam setiap proyek strategis.
“Pembangunan infrastruktur harus dirancang dengan profesionalisme tinggi, dan pengawasan harus diperkuat untuk memastikan pelaksanaan yang sesuai standar,” ujarnya.
Baca Juga:Pabrik Karet Vs Bibit Unggul: Debat Panas Pilkada Sijunjung 2024 Berebut Suara Petani
Hendri juga menekankan perlunya edukasi dan dukungan terhadap kelompok masyarakat untuk meningkatkan peran mereka dalam pembangunan daerah.
Ia menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses pembangunan, memberikan mereka ruang untuk mengembangkan potensi secara terarah.
“Generasi muda adalah harapan jangka panjang dalam pembangunan daerah. Mereka harus diberikan ruang khusus untuk berkontribusi,” pungkasnya.
Debat ini memberikan gambaran program-program strategis kedua Paslon dalam membangun Sijunjung.
Benny-Radi menekankan pengelolaan anggaran yang transparan, prioritas pada SDM, dan sinergi dengan pemerintah pusat.
Baca Juga:Simulasi Pemilu di Solok: KPPS Dilatih Antisipasi Masalah di TPS
Sementara Hendri-Mukhlis lebih fokus pada pelaksanaan proyek strategis yang profesional dan keterlibatan generasi muda.