Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai

Namun biaya tersebut tidak terlihat langsung oleh konsumen karena sering kali disubsidi oleh pedagang.

Suhardiman
Kamis, 09 April 2026 | 13:42 WIB
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai
Kantong plastik sekali pakai masih banyak digunakan di pasar tradisional. [Gemini Ai]
Baca 10 detik
  • Tiza Mafira menyatakan kenaikan harga plastik menjadi momentum penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai.
  • Kenaikan harga ini mendorong pelaku UMKM berhenti menyediakan kantong plastik gratis dan mulai membebankan biaya kemasan kepada konsumen.
  • Perubahan perilaku konsumen melalui penggunaan wadah pribadi dapat diwujudkan dengan menerapkan kebijakan insentif harga bagi pelanggan setia.

SuaraSumbar.id - Kenaikan harga plastik yang terjadi akibat terbatasnya pasokan bahan baku dinilai dapat menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik sekali pakai.

Pegiar lingkungan dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, menilai bahwa selama ini plastik sebenarnya memiliki nilai ekonomi. Namun biaya tersebut tidak terlihat langsung oleh konsumen karena sering kali disubsidi oleh pedagang.

"Dari dulu plastik ada harganya, tetapi, tidak terlihat karena selalu disubsidi oleh pedagang dan diberikan gratis kepada konsumen,” kata Tiza, melansir Antara, Kamis, 9 April 2026.

Ia mengatakan kenaikan harga plastik pertama kali dirasakan oleh pedagang kecil. Peritel modern, seperti supermarket, sudah lebih dulu berhenti menyediakan kantong plastik sekali pakai beberapa tahun belakangan.

Tiza menilai perbedaan perilaku konsumen saat berbelanja di supermarket dan pasar tradisional menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan sebenarnya memungkinkan.

"Kita lihat konsumen kalau belanja ke supermarket bawa tas belanja sendiri, tapi, kalau ke pasar tidak. Murni karena pedagang pasar masih memberikan, artinya bukan karena konsumen tidak bisa berubah,” ujarnya.

Direktur Climate Policy Initiative Indonesia itu menambahkan, kenaikan harga plastik dapat menjadi titik awal bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada plastik.

"Kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum pedagang UMKM akhirnya berani mengatakan kepada konsumen bahwa mereka tidak bisa menyediakan plastik," ujar dia.

Untuk penggunaan plastik selain kantong kresek, seperti pada pedagang makanan, Tiza menyebut terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha.

Pendekatan pertama, biaya wadah plastik selain kantong kresek dibebankan langsung kepada konsumen. Kedua, pedagang memberikan harga normal jika konsumen membawa wadah sendiri.

Menurut dia, pendekatan tersebut dapat mendorong perubahan perilaku tanpa membebani pedagang.

“Dengan begitu pedagang tidak terbebani dan konsumen juga jadi terbiasa membawa wadah sendiri,” kata Tiza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini