Sutradara film "Sadang di Bawah", Uda Rio mengatakan, film ini merupakan pengembangan dari konten yang sebelumnya sukses di YouTube. "Cerita ini biasanya hanya dibuat dalam bentuk video pendek, tapi kali ini kami ulas lebih mendalam untuk layar lebar,” jelas Uda Rio.
Namun, Uda Rio menyadari bahwa pembuatan film layar lebar jauh lebih rumit dan memerlukan efisiensi waktu serta biaya. "Kalau di YouTube, sehari bisa membuat dua konten, tapi di film, dalam sehari hanya bisa menyelesaikan empat adegan," katanya.
Dengan sekitar 90 persen biaya berasal dari dana pribadi, tim Garundang Entertaiment itu juga bekerja sama dengan beberapa UMKM lokal untuk menekan biaya produksi.
Rio mengatakan, salah satu alasan kuat untuk membuat film layar lebar ini adalah agar pesan yang disampaikan lebih kuat dan dapat menjangkau lebih banyak orang.
“Tahun 2016, kami bisa membuat enam video dalam sebulan. Tapi kami berpikir, sampai kapan hanya di YouTube? Maka kami gotong royong untuk membuat film layar lebar,” ujar Uda Rio.
"Cerita ini relevan dengan momen Pilkada 2024, di mana pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kekuasaan tidak selamanya bertahan," katanya lagi.
Meski film ini diproduksi secara mandiri, tim tetap mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak lain yang peduli terhadap perkembangan film lokal.
“Butuh support dari pihak lain. Selama ini, kalaupun sudah diajukan kerjasama, belum yang mau. Ini yang menjadi unek-unek para pembuat film. Intinya kami tetap butuh dukungan,” tutur Uda Rio.
Penayangan film akan berlangsung di bioskop CGV Raya Padang. Untuk pemesanan tiket bisa melalui nomor kontak (WhatsApp): 085355012767.