Ia menyebutkan agar tidak merebak, makanya kasus ini dibongkar. Karena secara psikis korban akan menjadi predator baru.
"Makannya kami bongkar. Ini bukti serius MTI Canduang, kita perang terhadap hal-hal yang mencemarkan apa dalam hal konteks beragama, beradat dan berbudaya terhadap siapa saja melakukan gerakan atau sindikat yang sengaja masuk wilayah lembaga pendidikan," imbuhnya.
Pelaku Korban dari Ponpes Lain
Menurutnya, para pelaku ini memang sengaja masuk ke lembaga pendidikan. Hasil koordinasi dengan kepolisian, pelaku adalah korban dari sindikat jaringan di pondok pesantren lainnya.
Baca Juga:Oknum Ustaz Cabul di Ponpes Agam Sudah Beristri, Tempat Tinggal Disediakan Pesantren
"Pelaku ini juga merupakan korban dari salah satu jaringan di pondok pesantren lain kira-kira sekitar tahun 2012. Dan pelaku kedua adalah korban pelaku pertama," kata dia.
Khairul mengungkapkan MTI Canduang telah mengambil langkah-langkah. Di antaranya mengundang orang tua santri hingga membuka posko pengaduan.
Ia menegaskan dalam kasus ini MTI Canduang tidak menutup-nutupi. Tim internal juga telah dibentuk.
"Kami sudah membentuk tim investigasi internal. 40 korban itu hasil tim investigasi internal kami, awalnya hanya lima orang. Kami kerja sama teman-teman di instusi, jaringan psikologi. Kami sudah lakukan assessment terhadap korban. Kami kembangkan pendampingan psikologi oleh tim ahli," ucapnya.
"Tindakan, kami bentuk tim hukum 10 orang dari pengacara dan alumni. Kami evaluasi proses pembelajaran di luar sekolah yang ada di asrama," tambahnya.
Baca Juga:Heboh Mobil Polres Agam Masuk Parit Ulah Pelaku Cabul, Begini Kronologinya
Kontributor: Saptra S