SuaraSumbar.id - Kabar baik datang bagi pengguna jalan Padang-Bukittinggi, karena jalur tersebut akan dibuka kembali pada akhir pekan ini.
Namun, tidak semua kendaraan akan diizinkan melintasi jalan tersebut karena masih dalam proses perbaikan.
Jalan nasional yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi ini telah terputus sejak Mei lalu akibat kerusakan parah di sejumlah titik setelah dihantam banjir bandang lahar dingin.
Pembukaan jalur Lembah Anai diputuskan setelah rapat koordinasi antara pihak Polres Padangpanjang dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) pada Selasa (16/7) siang.
Baca Juga:Jalan Padang-Bukittinggi Lembah Anai Baru 40 Persen Diperbaiki, Bakal Bisa Dilintasi 21 Juli
“Hasilnya, pembukaan jalur secara berkala akan dilakukan pada Minggu (21/7) pagi,” ujar Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Wardoyo Widyarso Putro, Kamis (18/7/2024).
Meski dibuka, jalur Lembah Anai belum bisa sepenuhnya dilintasi oleh semua jenis kendaraan.
“Kendaraan yang diperbolehkan melintas untuk tahap awal hanya roda dua, empat, dan enam (sumbu 2),” jelas Kartyana.
Jalan akan dibuka untuk dua jalur, namun jika masih ada proses pengerjaan, maka akan diterapkan sistem buka tutup di lima titik: KM-64+200, KM-64+600, KM-65+200, KM-67+100, dan KM-67+400.
“Kami akan melakukan evaluasi pasca pembukaan akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai sewaktu-waktu,” tambahnya. Proses pengerjaan jalan Lembah Anai diperkirakan selesai sepenuhnya pada bulan Oktober 2024.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Thabrani, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba jalan Lembah Anai pada hari ini (18/7) untuk memastikan kekuatan jalan.
“Setelah uji coba, akan ada evaluasi jika diperlukan,” ungkapnya kepada Padang Ekspres.
Thabrani menjelaskan, saat ini jalan di Lembah Anai sudah diaspal sepenuhnya, namun masih ada beberapa titik dinding tebing yang dalam pengerjaan.
“Beberapa titik dinding tebing masih dalam pengerjaan, tetapi tidak menghambat pembukaan jalan pada 21 Juli ini,” ujarnya.
Pengamat transportasi, Yossyafra, mengatakan bahwa pembatasan kendaraan pada awal pembukaan ini karena jalan belum sepenuhnya selesai dikerjakan.
“Pembatasan ini karena jalan belum selesai sepenuhnya, namun sudah bisa dilalui beberapa jenis kendaraan,” jelas Yossyafra.
Yossyafra mengapresiasi pemerintah atas pembukaan jalan Lembah Anai yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalur-jalur alternatif.
“Jika jalan ini tidak dibuka, maka akan berdampak besar pada lalu lintas, terutama untuk angkutan umum dan angkutan sembako,” katanya.
Dia menambahkan, pembukaan jalan ini juga dapat mengurai kemacetan di jalur Sitinjauluik, Kota Padang, atau Malalak, Kabupaten Agam, yang selama pengerjaan jalan di Lembah Anai banyak menimbulkan kerusakan jalan hingga terjadinya kecelakaan.
Dengan pembukaan kembali jalur ini, diharapkan arus lalu lintas antara Padang dan Bukittinggi akan kembali lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan ekonomi daerah.
Kontributor : Rizky Islam