Sumbar Perkuat Mitigasi Bencana: Masyarakat di Zona Merah Diminta Menghentikan Aktivitas

Potensi terjadinya banjir lahar dingin masih sangat tinggi mengingat erupsi Gunung Marapi yang berkelanjutan, yang dapat menyebabkan kerugian jiwa dan harta benda.

Bernadette Sariyem
Senin, 13 Mei 2024 | 20:57 WIB
Sumbar Perkuat Mitigasi Bencana: Masyarakat di Zona Merah Diminta Menghentikan Aktivitas
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat meninjau lokasi bencana di jalan nasional Padang-Pekanbaru. [Dok.Adpim Pemprov Sumbar]

SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui instruksi Gubernur Mahyeldi Ansharullah, mendesak masyarakat yang beraktivitas di kawasan zona merah potensi bencana untuk segera menghentikan aktivitas mereka hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini diambil setelah pertemuan penting dengan Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, yang menekankan tingginya risiko banjir lahar dingin dari Gunung Marapi dan potensi longsor di beberapa daerah.

Selama pertemuan di Istana Gubernur Sumbar pada Senin (13/5/2024), Gubernur Mahyeldi menyatakan, “Kami mendesak masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai dan di dekat tebing perbukitan, terutama di kawasan Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang, untuk tidak berada di zona merah hingga kami memberikan pemberitahuan lebih lanjut.”

Potensi terjadinya banjir lahar dingin masih sangat tinggi mengingat erupsi Gunung Marapi yang berkelanjutan, yang dapat menyebabkan kerugian jiwa dan harta benda.

“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk memulihkan infrastruktur dan masyarakat yang terdampak bencana pekan lalu,” lanjut Gubernur Mahyeldi.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dwikorita Karnawati mengingatkan tentang keunikan geografis Sumbar yang membuat provinsi ini rawan terhadap bencana hidrometeorologi.

“Sumbar berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan terletak di belakang Bukit Barisan, menjadikan hujan terjadi hampir sepanjang tahun, yang meningkatkan risiko bencana alam,” jelas Dwikorita.

Kepala BMKG juga menekankan pentingnya penerapan program mitigasi yang efektif untuk mengurangi risiko dan dampak lebih lanjut.

“Kami akan terus memberikan informasi cuaca dan peringatan dini kepada pemerintah dan masyarakat untuk memastikan bahwa semua pihak siap menghadapi kondisi ekstrem yang mungkin terjadi,” tambahnya.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa keamanan warga adalah prioritas utama dan pihaknya bersama dengan BMKG serta BPBD akan terus bekerja untuk memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi diimplementasikan dengan cepat dan efektif.

Kontributor : Rizky Islam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini