SuaraSumbar.id - Anggaran Rp 2,1 miliar disiapkan oleh Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), untuk BLT BBM.
"Kita sudah anggarkan Rp 2,1 miliar di anggaran perubahan yang digunakan untuk program bantuan bagi masyarakat akibat kenaikan harga BBM," kata Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh Irwan Suwandi melansir Antara, Senin (10/10/2022).
Sesuai data Penasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) terdapat 12.000-an KK yang masuk data kemiskinan di Kota Payakumbuh.
"Sementara untuk yang berada desil satu atau yang paling membutuhkan sebanyak 2.300-an KK, tiga ribuan desil dua dan sampai dengan desil empat itu jumlahnya 12.000-an KK," ujarnya.
Baca Juga:Kejuaraan Asia Catur Remaja 2022 Digelar di Bali
Dari 12.000-an KK yang termasuk dalam P3KE ini sebanyak kurang lebih 7.078 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BLT BBM dari pemerintah pusat yang disalurkan PT Pos Indonesia.
"Data ini yang akan kita sandingkan, siapa yang belum mendapatkan bantuan. Dari data ini nanti yang akan kita verifikasi dan validasi dengan kelurahan," kata dia.
Dari anggaran Rp 2,1 miliar ini awalnya diperuntukkan untuk sekitar 3.300 KK yang berada di dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Data 3.300 KK ini sudah disandingkan dengan penerima BLT BBM dari pemerintah pusat serta diverifikasi dan validasi oleh Dinas Sosial Kota Payakumbuh.
"Namun BLT BBM ini ternyata diambil dari data P3KE yang baru saja hari ini kita dapatkan dari Bappeda. Ini yang nantinya akan kita verifikasi dan validasi," ujarnya.
Baca Juga:Pengacara Jessica Iskandar Datangi Polisi Lagi, Ternyata Sudah Ada 3 Pelapor Lain
Proses verifikasi dan validasi oleh pihak kelurahan dan akan diputuskan melalui musyawarah kelurahan. Ada beberapa yang akan diverifikasi dan validasi seperti orangnya masih hidup atau tidak, sudah pindah atau belum, dan tentunya layak atau tidak layak.