"Kami terus berupaya menghadirkan inovasi agar pelabuhan Teluk Bayur makin membaik dari semua hal," kata General Manager (GM) PT Pelindo (Persero) Regional 2 Teluk Bayur, Nunu Husnul Khitam, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/9/2022).
Aktivitas Ekspor
Dari segi produk ekspor, ada 10 komoditi asal Sumbar yang dikirim berbagai negara melalui pelabuhan Teluk Bayur. Mulai dari CPO, semen, klinker, cangkang sawit, batu bara, pupuk, bungkil, gypsum, karet dan copper slag. "Tiga besar unggulan itu masih CPO, semen dan klinker. Tapi potensi batu bara juga mulai membaik," katanya.
Produksi CPO dari Sumbar di ekspor ke India, Burma, China, Srilanka dan Afrika. Sedangkan cangkang sawit ke Polandia dan Jepang. Kemudian bungkil ke New Zeland dan Australia, karet ke Amerika Serikat, serta batu bara ke Thailand dan Vietnam.
Baca Juga:Genjot Nilai Tambah, SIG dan Pelindo Teken Kerjasama Operasional dan Pengembangan Usaha
Sejak tiga tahun terakhir, ekspor 5 komoditi andalan dari Sumbar selalu stabil. Produk CPO dari 2.195.913 ton di 2020 menjadi 3.39.604 ton 2021. Sedangkan sejak Januari-Mei 2022 baru 960,190 ton. Sementara semen dari 1,697.913 ton di 2020 menjadi 1.787.328 ton 2021 dan baru 878,945 ton periode Januari-Mei 2022.
![Aktivitas di dermaga CPO Pelindo Regional 2 Teluk Bayur. [Suara.com/Riki Chandra]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/19/66651-cpo-teluk-bayur.jpg)
Kemudian klinker dari 1.532.702 ton di 2020 menjadi 1.304.961 dan tahun ini hingga Mei baru 216,342 ton. Cangkang sawit dari 502.496 di 2020 menjadi 621.261 di 2021 dan 259,607 ton tahun ini. Selanjutnya produksi batu bara dari 33,980 ton di 2020 naik menjadi 412.237 ton di 2021 dan baru 180,988 ton pada periode Januari-Mei 2022.
Menurut Nunu, tahun ini arus petikemas di Pelabuhan Teluk Bayur sedikit mengalami penurunan. Secara keseluruhan pada periode Januari-Agustus 2022, dalam satuan box, turun 13,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Ya turun. Sekarang tidak ada lagi kegiatan petikemas transitmen domestic dari Jakarta ke Bengkulu, maupun sebaliknya," katanya.
Begitu juga aktivitas pelayaran. Tahun 2021, pelayaran luar negeri mencapai 6.412.86 Gross Tonnage (GT) dengan 411 unit. Sedangkan tahun 2022 hingga Mei, baru terealisasi 1.887.686 GT dengan 122 unit. Sementara pelayaran dalam negeri, tahun 2021 terealisasi 6.285.635 GT dengan 1.389 unit dan baru 2.644.828 GT dengan 694 pada periode Januari-Mei 2022.
"Pelayanan ekspor dan impor menurun dari periode Agustus 2021 dibanding periode yang sama di Agustus 2022. Penurunan ini disebabkan kurangnya kunjungan kapal CPO ekspor bungkil dan impor pupuk curah," katanya.
Di sisi lain, Pelindo Regional 2 Teluk Bayur juga sedang mengembangankan peningkatan kapasitas Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 dan 2 Gaung. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tren pertumbuhan komoditi curah cair dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga:Penyandang Disabilitas di Kota Manado Ikut Program Difablepreneur Pelindo
DKC 1 dan 2 Gaung itu disiapkan melayani bongkar muat CPO beserta seluruh produk turunannya, termasuk melayani penyandaran kapal-kapal dengan panjang maksimal (LOA) 180 meter dengan kapasitas angkut hingga sekitar 35 ribu ton.